Penjelasan yang Mudah Dipahami
Sehubungan dengan semakin banyaknya penderita diabetes, saya ingin berbagi pengetahuan seputar kadar gula darah dan dampaknya terhadap kesehatan Anda. Pendekatan yang saya gunakan adalah dari siatem hormonal manusia. Saya yakin bahwa dengan pendekatan hormonal ini akan lebih memudahkan Anda dalam memahami permasalahan sekitar kadar gula darah dalam tubuh kita dan dampaknya bagi kesehatan.
Adalah suatu fakta bahwa sistem hormon terus-menerus terlibat dalam aksi penyeimbangan. Hormon jarang yang bertindak sebagai pelaku tunggal. Hormon-hormon dalam suatu sistem tertentu biasanya dipasangkan (satu pasangan dinamakan poros), yang terdiri dari dua hormon dengan pengaruh fisiologis yang kuat namun saling bertentangan.
Ada banyak pasangan hormon endokrin, tetapi yang paling penting untuk bisa mencapai kesehatan optimal (Zone) adalah poros insulin-glukagon. Insulin mendorong turunnya kadar gula darah, sementara glukagon malah menaikkan kadar gula darah.
Resistensi Insulin & Hyper-insulinemia
Keseimbangan dari dua pengaruh fisiologis yang bertentangan ini memungkinkan tubuh mempertahankan kontrol yang relatif ketat pada gula darah, yang memungkinkan otak untuk berfungsi optimal. Jika keseimbangan hormon yang ketat ini terganggu, jika komunikasi dalam sistem rusak maka akibatnya adalah ketidakseimbangan kadar glukose darah.
Jika kadar insulin terlalu tinggi, atau jika kadar glukagon terlalu rendah maka terjadilah hipoglikemia, atau gula darah rendah. Jika itu terjadi, fungsi otak terganggu.
Ada pula kondisi yang dikenal sebagai resistensi insulin, dimana kadar insulin naik tetapi kadar gula darah tetap tinggi disebabkan karena sel-sel target tidak lagi merespons insulin sebagaimana mestinya. Resistensi insulin dan naiknya kadar insulin yang diakibatkannya (hyper-insulinemia) menyebabkan akumulasi kelebihan lemak tubuh, dan memperlama kondisi hyper-insulinemia bukan hanya dapat menimbulkan diabetes melainkan juga mempercepat berkembangnya penyakit jantung.
Ini bukan sekadar diskusi akademis tentang biokimia hormon, lho. Ternyata makanan yang Anda konsumsi memberi pengaruh yang luar biasa besarnya pada semua respon hormon ini: endokrin, parakrin, dan otokrin. Begitu memahaminya, Anda tidak akan lagi menganggap makanan sebagai sumber kalori bagi tubuh belaka.
Setiap ahli gizi bisa memberitahu Anda berapa gram lemak atau berapa banyak kalori yang terdapat dalam satu porsi makanan. Namun, kesehatan optimal tidak bergantung pada perhitungan kalori, melainkan pada pemahaman akan berbagai respon hormon kompleks yang timbul setiap kali Anda membuka mulut untuk makan.Begitu Anda memahami respon hormon ini, banyak dari konsepsi Anda tentang nutrisi akan terlihat salah total!
Singkat kata, semua diet konvensional untuk menurunkan berat badan itu salah dari sudut pandang hormon. Tak peduli sebagus apa pun tujuannya, semua itu tidak dapat membantu Anda menurunkan berat badan dan membuat Anda langsing untuk selamanya. Diet-diet itu tidak dapat membantu mencegah atau menyembuhkan penyakit, dan tidak dapat mendorong terciptanya kesehatan optimal.
Yang sebenarnya terjadi adalah bahwa semua diet konvensional mengabaikan satu fakta penting:
makanan adalah obat paling kuat yang bisa Anda dapatkan. Mengetahui cara mengontrol respon hormon terhadap makanan merupakan paspor Anda untuk memasuki dan bertahan di dalam kesehatan optimal (Zone).
Bagaimana Anda memanfaatkan makanan untuk mengontrol respon hormon? Anda harus memulainya dengan menganggap makanan sebagai suatu sistem kontrol bagi hormon. Pandanglah komposisi setiap makanan sebagai kartu ATM hormonal yang akan menentukan sumber energi mana yang akan Anda gunakan selama 4 sampai 6 jam mendatang. Pencetlah kode ATM yang tepat, maka Anda akan melangkah ke dalam lingkup sumber energi yang tak terbatas, yaitu simpanan lemak tubuh Anda sendiri. Jika memencet kode yang salah, Anda akan terpaksa menggunakan bahan bakar dengan oktan rendah dan pasokan terbatas: simpanan karbohidrat. (Satu orang biasanya punya sekitar 100.000 kalori yang tersimpan sebagai lemak tubuh untuk potensi energi. Itu setara dengan 1.700 potong kue serabi yang harus Anda makan!).
Kode ATM hormonal yang tepat – paspor rahasia Anda untuk memasuki Zone – tersembunyi dalam poros insulin-glukagon. Insulin adalah hormon penyimpan. Tugasnya adalah membawa kelebihan glukose dari karbohidrat diet dan kelebihan asam amino dari protein diet, dan menyimpannya di dalam jaringan lemak sebagai lemak. Akan bermanfaat juga jika kita menganggap insulin sebagai hormon pengunci: ia bukan hanya menyimpan lemak dalam jaringan lemak, melainkan juga mengunci simpanan lemak itu sehingga tidak bisa dilepaskan.
Jika insulin adalah hormon penyimpan dan pengunci maka glukagon, lawan biologis insulin, adalah hormon mobilisasi. Tugas utamanya adalah melepaskan simpanan karbohidrat, dal;am bentuk glukose, dari hati. Begitu dilepaskan oleh glukagon, glukose ini memasuki aliran darah dan membantu mempertahankan keseimbangan ketat gula darah yang dibutuhkan agar otak berfungsi secara memadai.
Karena insulin mendorong turunnya gula darah dan glukagon memulihkan kadar gula darah maka komunikasi dan keseimbangan yang terus terjaga antara kedua hormon ini sangat penting untuk kelangsungan hidup. Ingatlah bahwa pelepasan insulin dirangsang oleh karbohidrat, terutama yang tinggi indeks glikemik-nya seperti roti dan pasta. Sebaliknya glukagon dirangsang oleh protein diet. (baik insulin maupun glukagon dikeluarkan oleh pankreas).
Jadi, keseimbangan hormon insulin dan glukagon yang sangat penting itu bergantung pada 2 hal, yaitu:
- Ukuran makanan yang Anda konsumsi – kelebihan kalori merangsang sekresi insulin.
- Rasio (perbandingan) protein dengan karbohidrat dalam setiap makanan.
Apa yang terjadi jika Anda memencet kode hormonal yang salah – porsi besar roti atau pasta yang tinggi karbohidrat dan rendah protein? Biasanya jika Anda makan seporsi besar roti atau pasta pada jam 12 siang, pada jam 3 sore Anda nyaris tidak sanggup membuka mata alias mengantuk berat. Yah, respon ini begitu umum – terjadi di belahan bumi manapun. Kelebihan karbohidrat (dan kurangnya protein) dalam makanan itu telah menyebabkan produksi insulin yang berlebihan. Insulin bukan hanya menurunkan kadar gula darah – dan dengan begitu otak kehilangan satu-satunya sumber energinya – tetapi juga mencegah pemasokan kembali gula darah dari hati.
Ketika kadar gula darah turun, otak mulai melemah. Dalam waktu 3 hingga 4 jam setelah mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat, otak mulai terdesak kebutuhan akan energi (meskipun Anda mungkin punya energi yang setara dalam bentuk 2 atau 3 batang permen yang tersimpan di dalam hati, yang mendesak untuk keluar). Tetapi besarnya jumlah simpanan karbohirat ini tidak dapat dilepaskan ke dalam aliran darah karena makanan tinggi karbohidrat yang Anda makan mendorong kadar insulin naik dan kadar glukagon turun.
Karena kadar glukagon tetap rendah, Anda tak dapat memperoleh kembali pasokan gula darah dari simpanan internal kerbohidrat di dalam hati. Dalam keputusasaan, otak memerintah Anda untuk mengambil kantung keripik jagung yang kelihatannya sangat mengundang. Sementara makan keripik jagung (atau kue Oreo) memang dapat memasok secara cepat sumber karbohidrat untuk otak, namun hal itu justru akan memulai kembali lingkaran setan meningkatnya kadar insulin dan turunnya kadar glukagon. Dengan kata lain, Anda terjebak di dalam neraka karbohidrat.
Neraka karbohidrat adalah sumber dari seluruh kecanduan karbohidrat Anda – termasuk keranjingan permen dan camilan (snacks) – dan siklus kelaparan yang terus-menerus (setiap 2 – 3 jam) yang menyertainya. Kecanduan ini secara hormonal didorong oleh makanan tinggi karbohidrat – atau, secara lebih tepat, oleh rasio makronutrien yang terlalu tinggi kandungan karbohidrat dan terlalu rendah kandungan protein.
Jika kecanduan karbohidrat merupakan satu-satunya akibat memencet kode hormonal yang salah, itu saja sudah lumayan buruk. Ingatlah: simpanan glikogen Anda dalam hati dan otot sudah penuh, tetapi Anda masih terus makan karbohidrat. Di mana dan bagaimana Anda akan menyimpan kelebihannya? Akhirnya, kelebihan karbohidrat itu akan diubah menjadi lemak. Untuk lemak, tubuh selalu dapat menemukan tempat penyimpanan. Jadi, meskipun Anda hanya makan karbohidrat bebas lemak, tetap saja Anda mengonsumsi lemak!
Tentang karbohidrat baik dan karbohidrat buruk serta indeks glikemik karbohidrat, dapat Anda baca dalam artikel:
No related posts.
RSS Feed
Twitter
Posted in
Tags:
scabies in dogs help…
Buy_generic drugs…
herbals for pregnancy…
Buy_drugs without prescription…
diet secrets for models…
Buy_now it…
best@medicare.plan.d.for.nexium.40.mg” rel=”nofollow”>..…
Buygeneric meds…
infant@prevacid.dose” rel=”nofollow”>.…
Buygeneric drugs…