Keracunan Dianggap Lumrah
Kasus keracunan merupakan hal yang lumrah kita dengar di negeri ini. Mengapa hal ini sering terjadi?
Banyak faktor yang memengaruhinya. Diantaranya, adalah fakta bahwa di Indonesia sumber racun yang dapat mencemari makanan kita begitu banyak terutama untuk sumber racun yang berasal dari mikroorganisme yang sangat mudah tumbuh di negeri tropis semacam Indonesia.
Faktor lain yang mengakibatkan banyaknya kasus keracunan di Indonesia adalah kewaspadaan kita sebagai konsuman tampaknya sangat kurang. Coba saja kita lihat pola hidup masyarakat kita. Kebanyakan kita tidak segan-segan jajan di pinggir jalan yang ramai oleh kendaraan, tambahan lagi juga dikepung oleh debu yang beterbangan. Padahal seringkali makanan dan minuman yang dijajakan di pinggir jalan itu tidak ditutup rapat. Hal ini membuka jalan bagi pencemaran timbal dari kendaraan bermotor, maupun berbagai jenis mikroorganisme yang beterbangan bersama debu.
Selain itu, kalau kita cermati, pedagang makanan terkadang tidak segan-segan menjamah makanan langsung dengan tangan tanpa mencucinya terlebih dahulu padahal mereka mungkn baru saja buang air atau menyentuh benda-benda kotor.
Belum lagi kalau kita mengintip cara pembuatan makanan tersebut, tentunya jauh dari kata higienis, bukan?
Kita Meracuni Anak-Anak Kita Sendiri
Kalau kita ingin melihat pencemaran makanan karena zat kimia, yang paling nyata adalah pada jajanan anak-anak. Jajanan anak-anak seringkali dan pada umumnya mengandung penyedap rasa vetsin atau MSG (monosodium glutamate) dengan takaran yang tinggi tak terkendali!
Selanjutnya, pewarna makanan yang digunakan seringkali adalah pewarna tekstil yang memang sangat mencolok warnanya sehingga menarik perhatian anak-anak.
Selain itu jajanan anak-anak pada umumnya mengandung pemanis buatan maupun pengawet buatan dalam dosis yang berlebihan.
Memang tidak semuanya begitu. Beberapa pedagang yang baik dan mempunyai pengetahuan yang cukup biasanya juga memerhatikan bahan yang mereka pilih demi keamanan konsumen. Namun, tidak dapat kita pungkiri bahwa lebih banyak, jauh lebih banyak lagi pedagang yang seenaknya sendiri menggunakan bahan berbahaya untuk menambah keuntungannya sendiri.
Lha iya… wong namanya pedagang… umumnya ya begitu itu. Pokoknya, makanan yang dijual itu bisa menarik perhatian konsumen, lalu rasanya pokonya enak lezat, harganya bisa murah terjangkau, sehingga laba yang diraih pun bisa maksimal; beres…
Perkara efek samping dari dagangannyta? Itu sih urusan belakang. Itu kan tergantung dari daya tahan tubuh konsumen masing-masing; setiap orang kan tidak sama?! Begitulah kiranya jalan pkiran mereka.
Belum lagi kalau kita mengintip cara pembuatan makanan tersebut, tentunya jauh dari kata higienis, bukan?
Apakah nasib kesehatan diri Anda dan keluarga Anda rela Anda serahkan kepada orang-orang semacam itu ?
Jangan Percayai Iklan
Coba Anda perhatikan peran dari iklan-iklan mahal di berbagai media cetak maupun elektronik, terutama iklan yang di televisi maupun radio; begitu dahsyat performanya marketingnya sehingga berhasil menghipnotis para konsumen.
Bayangkan saja, rokok yang jelas-jelas membahayakan kesehatan itu dikemas dengan iklan yang demikian memikat dan dirancang sedemikian rupa sehingga menciptakan image yang bagus tentang rokok di mata masyarakat, mengalahkan fakta yang sebenarnya bahwa rokok itu benar-benar merugikan kesehatan!
Senada dengan rokok adalah iklan makanan anak-anak hasil olahan pabrik yang digadang-gadang bisa memenuhi gizi masa petumbuhan dan bisa bikin anak pintar dan berprestasi!? Apa pula ini… Apalagi bila bintang iklannya selebritis top macam D. Mizwar dan Budi Anduk atau bintang anak-anak yang sedang populer; ditambah lagi dengan sederet kesaksian beberapa anak berprestasi…… Jelas tujuannya adalah menanamkan kepercayaan kepada para konsumen bahwa produk itu bermutu, menyehatkan, dan aman dikonsumsi. Bahkan, yang saya prihatinkan, ditambahi kata-kata atau label HALAL. Percayakah Anda sepenuhnya?
Sadarlah, bahwa itu hanyalah iklan belaka. Bintang-bintang iklan itu hanya boneka-boneka yang dibayar oleh sang produsen, bukan? Mengapa harus Anda percayai? Tahu apa mereka?
Ayolah pakai sedikit akal sehat . Daripada makanan kemasan bikinan pabrik semacam itu, yang tidak Anda ketahui sendiri bagaimana kondidi bahan-bahan yang digunakan dan bagimana proses produksinya, akan jauh lebih baik Anda dan keluarga Anda tercinta mengonsumsi makanan alami yang Anda masak / bikin sendiri, yang Anda ketahui dan percayai sendiri kualitas dan keamanannya bagi kesehatan.
Agak merepotkan? Ya, tergantung sih. Kalau Anda sudah terbiasa dan diiringi komitmen yang kuat maka tentunya tidak akan merepotkan, bahkan merupakan kegiatan yang menyenangkan.
Kini saatnya Anda dan keluarga Anda perlu meluangkan waktu untuk mencari sendiri (belajar) informasi tentang nutrisi dan kesehatan dari sumber-sumber yang benar, independen dan dapat dipercaya. Makin banyak dan makin up to date informasinya tentunya makin baik bagi Anda.
Sebagai konsumen hendaknya kita punya pengetahuan yang cukup tentang bahan-bahan kimia berbahaya bagi makanan, mengetahui ciri-cirinya dan memilih bahan lain yang lebih aman bagi kesehatan.
Yah, sikap mau terus belajar itulah yang perlu Anda kembangkan, demi kepentingan Anda dan keluarga. Belajar itu sepanjang hayat di kandung badan, bukan?
Awasi Jajanan Anak Anda
Yang tak kalah pentingnya, awasi selalu jajanan anak-anak, buah hati Anda tercinta. Berikan pengetahuan secukupnya kepada mereka. Namun, jika mereka masih terlalu kecil untuk menerima penjelasan ini dan Anda tidak punya cukup waktu untuk mengawasinya, lebih baik jangan memberikan uang jajan untuk mereka. Alangkah baiknya bila Anda buatkan bekal makanan dari rumah yang dapat Anda jamin kesehatannya.
Yah, terkadang demi kebaikan buah hati kita tercinta, kita harus berani mentholo (tega) kepada mereka sekali waktu.
Bila Anda tertarik dengan artikel ini dan ingin berkomentar, atau ingin memberikan masukan (artikel) maupun saran yang sejalan dengan misi saya, jangan ragu untuk menuliskannya pada papan komentar di bawah ini.
( Ikuti bagian selanjutnya tulisan ini )
Related posts:
RSS Feed
Twitter
Posted in
Tags:
food low in cholesterol…
Buy_now it…
exmoor pet care…
Buy_generic drugs…
treatment of melanoma and vaginal cancer…
Buy_generic drugs…
ayurvedic ashwagandha zyban…
Buy_generic pills…
sphenoid sinusitis causes double vision…
Buy_it now…
diets and blood type…
Buy_drugs without prescription…
most effective antibiotics strep throat…
Buy_no prescription…
colon cancer systems…
Buy_now it…
mycotic aortic abdominal aneurysm…
Buy_it now…
relief of skin itching…
Buy_now it…
clinical diagnosis and medical records…
Buy_generic meds…
eye drops canine paralysis…
Buy_now…
food and drug regulatory…
Buy_it now…
autoimmune hepatitis glyconutrients…
Buy_generic meds…
inpatient drug rehab sanford fl…
Buy_it now…
postnatal doctor visit costs…
Buy_generic drugs…
acyclovir stada cream…
Buy_generic drugs…