Tuhan menciptakan manusia sebagai makhluk yang paling sempurna. Tubuh manusia dilengkapi dengan kemampuan alamiah untuk menyembuhkan dirinya sendiri (self healing power) manakala terganggu kesehatannya.
Tuhan juga menciptakan makhluk lain seperti hewan, tumbuh-tumbuhan, udara, air, tanah, dan lain-lain bagi manusia agar kita bisa bertahan hidup, menikmati hidup, dan terus berkembang. Kemudian, sang Maha Pencipta memerintahkan manusia supaya hidup selaras dengan alam dan mematuhi hukum-hukum alam. Di sisi lain, keserakahan dan kesombongan adalah sifat dasar dari manusia, yang membuat manusia menjadi berani melawan dan merusak alam, tak mau lagi hidup harmonis selaras dengan alam. Termasuk dalam hal ini ialah TIDAK HARMONIS dengan DIRINYA, TUBUHNYA SENDIRI.
Akibatnya, alam murka dan terjadilah berbagai bencana alam, muncullah berbagai penyakit, virus-virus jenis baru yang dahulu belum pernah ada, sebagai konsekuensi memilih gaya hidup yang ceroboh dan seenaknya sendiri, tak ramah lingkungan, manjauhi cara-cara alamiah dalam menjalani kehidupannya.
Agar pulih dari sakitnya, manusia kini menggantungkan dirinya pada obat-obatan kimia dari dokter ataupun yang dijual bebas di pasaran. Atau justru terjembab dalam praktek-praktek klenik dan tahayul yang bersifat syirik. Manusia sudah lupa akan kodratnya, pada kekuatan alamiahnya sendiri.
Hanya sedikit manusia yang mulai menyadari kesalahannya dan mau belajar, membuka hatinya guna mencari jalan yang selaras dengan alam untuk mendapatkan kembali kebahagiaan hidup dan kesehatannya.
Beberapa pakar / praktisi kesehatan telah mendapatkan pencerahan dan memberikan petunjuk tentang cara-cara penyembuhan dan hidup sehat selaras dengan alam.
Namun, ternyata para penderita/pasien maupun umumnya masyarakat kini banyak yang bingung, bahkan tak jarang banyak yang tersesat dalam mengikuti saran-saran dan petunjuk dari para pakar tersebut. Pendapat seorang pakar bisa berlawanan dengan pendapat pakar yang lain tentang suatu masalah kesehatan yang sama! Padahal kebanyakan masyarakat kita masih begitu mempercayai apa pun kata dokter atau praktisi maupun pakar di bidang kesehatan.
Sebagai contoh konkret, dr. Tan Shot Yen yang populer, dalam rubrik Konsultasi Nutrisi di tabloid Nyata bulan Juli 2009 menulis bahwa dia tidak percaya dengan diet menurut golongan darah. Padahal jutaan orang di penjuru dunia (termasuk saya) telah banyak memetik manfaat dan kesembuhan dengan mengikuti diet golongan darah! Saya menghormati dr. Tan Shot Yen maupun Dr. Peter D’Adamo. Dalam hal ini, menurut hemat saya dr. Tan akan lebih bijaksana jika mempelajari lebih dalam tulisan-tulisan dan temuan-temuan mutakhir dr. D’Adamo yang sangat bermutu dan komprehensif dalam membahas nutrisi. Ya, sejujirnya Dr. D’Adamo lebih pantas sebagai gurunya dr. Tan.
(bersambung)
No related posts.
RSS Feed
Twitter
Posted in
Tags: