Kasus keracunan makanan bukan hal yang asing bagi kita. Berbagai media, baik cetak maupun elektronik, kerap memberitakannya.
Sekretaris Dirjen Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Depkes dan Kesos, dr. I Nyoman Kandun MPH, mengungkapkan dalam harian Kompas bahwa selama kurun waktu tahun 1989 – 2000 saja, terdapat 400 laporan kejadian penyakit akibat makanan dengan 25.908 orang korban meliputi:
- keracunan tempe bongkrek (1990),
- biskuit beracun (1995),
- mie instan beracun (1996),
- keracunan makanan tambahan pada ank sekolah di Lampung (1997),
- keracunan makanan di Bali (1997).
Belum lagi kasus-kasus keracunan makanan dan minuman dalam kurun waktu tahun 2000 – 2010 yang datanya tentu jauh lebih banyak lagi. Apalagi bila ditambah dengan kasus-kasus yang tak dilaporkan.
Selain itu, diberitakan pula bahwa keracunan makanan yang disebabkan oleh:
- makanan dari jasa boga/katering sebanyak 33,8%
- keluarga 29,2%
- jajanan 18,5%
- industri 4,6%
- tak diketahui 13,9%
Dari berbagai kasus keracunan tersebut ternyata yang menjadi penyebabnya adalah rendahnya kebersihan individu maupun sanitasi lingkungan.
Bagaimana Terjadinya Keracunan?
Keracunan dapat terjadi karena beberapa hal, diantaranya aktivitas mikroorganisme. Hal ini dapat dibedakan menjadi:
- food intoxication, dan
- food infection
Food intoxication ialah keracunan yang terjadi karena tercemarinya makanan oleh toksin (racun) yang ada dalam makanan, yaitu oleh eksotoksin yang dihasilkan clostridium botulinum maupun enterotoksin yang dihasilkan staphyilococci.
Adapun food infection terjadi karena makanan terkontaminasi oleh parasit, protozoa atau bakteri patogen (penyebab sakit) seperti salmonella, proteus, escherichia, dan pseudomonas yang ada dalam makanan tersebut.
Untuk menghindari keracunan makanan akibat mikroorganisme itu, masklah atau olahlah makanan Anda secara sempurna sebelum dokonsumsi. Hal ini mampu mengatasi kontaminasi bakteri ataupun toksin di atas.
Keracunan karena Bahan Kimia
Keracunan makanan dapat pula disebabkan oleh bahan kimia. Perlu diketahui bahwa pada dasarnya semua bahan kimia adalah beracun.
Ketika masuk ke dalam tubuh manusia zat kimia ini akan menimbulkan efek yang berbeda-beda, tergantung jenis dan jumlah zat kimia yang masuk ke dalam tubuh.
Contonya senyawa merkuri, yang dapat menimbulkan keracunan parah atau kelainan genetik.
Adapun senyawa organik yang mengandung cincin benzena, senyawa nikel, dan chrom dapat bersifat karsinogenik (penyebab kanker).
Bahan kimia yang kita kenal sebagai bahan tambahan makanan (BTM) atau food additives seperti yang termasuk dalam kategori:
- pengawet,
- pewarna,
- pengental, dan
- penyedap rasa
juga dapat menjadi racun bagi tubuh kita bila dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan.
Akibat yang terjadi mulai dari:
Bedakan antara BTM dan Racun
Yang paling ramai dibicarakan di media massa maupun elektronik, dari dulu sampai sekarang, adalah keracunan makanan karena zat kimia berbahaya seperti formalin dan boraks dalam makanan. Apakah keduanya termasuk bahan tambahan makanan (BTM)? Tentu saja tidak. Keduanya adalah RACUN!
Kita harus dapat membedakan antara bahan tambahan makanan dan racun. Racun menghambat respons pada sistem biologis, bila masuk ke dalam tubuh kita, dan selanjutnya menyebabkan gangguan kesehatan, penyakit, bahkan KEMATIAN. Berbagai jenis zat dapat menjadi racun bagi tubuh kita.
Apa ituFormalin?
Formalin yang dicampurkan pada makanan jelas-jelas menjadi racun bagi tubuh kita. Ini namanya penyalahgunaan, dan kalau disengaja oleh pembuatnya maka termasuk perkara pidana atau kriminal.
Fungsi formalin adalah sebagai pembunuh kuman sehingga kerap dimanfaaatkan untuk:
- pembersih lantai, kapal, gudang, pakaian
- pembasmi lalat dan berbagai serangga lain
- bahan pengawet pada pembuatan sutra sintetis
- zat pewarna
- cermin kaca,
- bahan peledak
- bahan pengawet produk kosmetika (dalam jumlah amat kecil)
- bahan pengeras kuku
- cairan pembalsam atau pengawet mayat!
Lihatlah…, tak satu pun fungsi formalin untuk makanan! Tak heran banyak kasus gangguan kesehatan mulai dari gangguan pencernaan sampai kanker, bahkan yang fatal, kematian terjadi karena penyalahgunaan formalin untuk makanan. Waspadalah!
Apa itu Boraks?
Selain formalin, yang banyak disalahgunakan untuk bahan tambahan makanan adalah Natriumtetra Boraks (asam borat) atau yang kita kenal sebagai boraks, atau orang sering menyebutnya sebagai bleng, garam bleng atau pijer, juga merupakan racun bagi tubuh kita; bukan bahan tambahan makanan!
Racun-racun yang Lain
Seperti halnya formalin dan boraks, berbagai bahan kimia juga BUKAN merupakan BTM, tetapi sering digunakan sebagai BTM di Indonesia, diantaranya:
- Dulsin
- Nitrofurazon
- Asam salisilat
- Diethylpyrocarbonate (DEPC)
- Pottasium bromat.
Manifestasi keracunan makanandapat bersifat akut (langsung parah) maupun kronis. Yang AKUT antara lain:
- Diare
- Muntah
- Gastrointestinal (gangguan sistem pencernaan)
Sementara yang bersifat KRONIS dapat mengakibatkan gangguan sistem syaraf sampai kanker.
Related posts:
RSS Feed
Twitter
Posted in
Tags:
kids weight gain…
Buy_generic drugs…
100 mile diet store…
Buy_generic meds…
list of anti anxiety drugs…
Buy_generic meds…
pain relief until root canal…
Buy_generic meds…
glucose to insulin ratio metabolic syndrome…
Buy_drugs without prescription…
interactions with azithromycin and astragalus…
Buy_it now…
dog retching vomiting weight loss…
Buy_generic drugs…
space herpes…
Buy_now…
remeron dreams…
Buy_it now…
fruity taste and diabetes…
Buy_it now…
quality post…
decker ugg boots love, http://www.uggbootshot.net ,thanks ugg…
Well then, i’ll add my 2 cents to this posting. Primary I would like to say thank you pal for the amount of time you took to compose and distribute this post with other participants… i appreciate that. Second of all, the value of details you presented is exactly what i was looking for and no questions i will bookmark it as quick as possible. and 3rd of all, all the best to you and keep coming up with relative info like this since i will be your consistent visitor. thanks again and have a spectacular day.
side@effects.of.protonix.after.it.has.been.stopped” rel=”nofollow”>……
Buynow it…