<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>HalalSehat.tk</title>
	<atom:link href="http://www.halalsehat.tk/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.halalsehat.tk</link>
	<description>Sehat saja Tidak Cukup... Juga Harus HALAL yang Sebenarnya</description>
	<lastBuildDate>Thu, 30 Dec 2010 03:50:54 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Kidney Stone Removal: the Video</title>
		<link>http://www.halalsehat.tk/kidney-stone-removal-the-video/</link>
		<comments>http://www.halalsehat.tk/kidney-stone-removal-the-video/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Dec 2010 03:50:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Toton</dc:creator>
				<category><![CDATA[Batu Ginjal]]></category>
		<category><![CDATA[batu ginjal video]]></category>
		<category><![CDATA[pengeluaran batu ginjal video]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.halalsehat.tk/?p=339</guid>
		<description><![CDATA[Pengeluaran Batu Ginjal
Saya sudah 2 kali mengalami gangguan batu ginjal, tahun 1994 dan 2007. Rasanya sangat,&#8230; sangat sakit (kolik). Saya harap Anda tidak akan pernah mengalaminya; sakitnya seperti mau mati saja. Berikut ini saya ingin sharing dengan Anda video tentang pengeluaran batu ginjal (kidney stones).

Saya anjurkan Anda untuk mengikuti langkah-langkah prefentif menangkal timbulnya batu ginjal. [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Pengeluaran Batu Ginjal</h2>
<p>Saya sudah 2 kali mengalami gangguan batu ginjal, tahun 1994 dan 2007. Rasanya sangat,&#8230; sangat sakit (kolik). Saya harap Anda tidak akan pernah mengalaminya; sakitnya seperti mau mati saja. Berikut ini saya ingin sharing dengan Anda video tentang pengeluaran batu ginjal (<em>kidney stones</em>).</p>
<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="480" height="385" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/aBVKaTotKBk?fs=1&amp;hl=en_US" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="480" height="385" src="http://www.youtube.com/v/aBVKaTotKBk?fs=1&amp;hl=en_US" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p>Saya anjurkan Anda untuk mengikuti langkah-langkah prefentif menangkal timbulnya batu ginjal. Yah, tip paling utama adalah: minumlah air (yang baik kualitasnya) sebanyak-banyaknya setiap hari dan jangan membiasakan diri &#8216;ngempet pipis&#8217;.</p>


<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.halalsehat.tk/kidney-stone-removal-the-video/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>110</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Makan-Minum Sembarangan: Bisa Gagal Ginjal</title>
		<link>http://www.halalsehat.tk/makan-minum-sembarangan-bisa-gagal-ginjal/</link>
		<comments>http://www.halalsehat.tk/makan-minum-sembarangan-bisa-gagal-ginjal/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Apr 2010 14:03:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Toton</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penyakit Ginjal]]></category>
		<category><![CDATA[banyak minum air putih]]></category>
		<category><![CDATA[cuci darah]]></category>
		<category><![CDATA[dialysis]]></category>
		<category><![CDATA[gagal ginjal]]></category>
		<category><![CDATA[mie instan]]></category>
		<category><![CDATA[minuman berenergi]]></category>
		<category><![CDATA[MSG]]></category>
		<category><![CDATA[pemanis sintetis]]></category>
		<category><![CDATA[pewarna makanan sintetis]]></category>
		<category><![CDATA[stroke]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.halalsehat.tk/?p=335</guid>
		<description><![CDATA[Sekitar seminggu yang lalu, anak lak-laki kawan saya di Kepanjen (Kabupaten Malang) meninggal dunia dalam usia yang masih muda, 25 tahun, yang disebabkan oleh gagal ginjal yang telah dideritanya selama satu tahun. Setelah selama satu tahun menjalani cuci darah (dialysis), kondisi kesehatannya tak tertolong lagi.
Jelaslah di sini bahwa penyakit yang fatal seperti gagal ginjal dan [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.halalsehat.tk/makan-ikan-bebas-diabetes-obesitas-dan-sakit-jantung/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Makan Ikan: Bebas Diabetes, Obesitas, dan Sakit Jantung'>Makan Ikan: Bebas Diabetes, Obesitas, dan Sakit Jantung</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sekitar seminggu yang lalu, anak lak-laki kawan saya di Kepanjen (Kabupaten Malang) meninggal dunia dalam usia yang masih muda, 25 tahun, yang disebabkan oleh <a href="http://www.1001healthsecret.com/maintain-your-kidneys%E2%80%99-health-all-the-time/" target="_blank"><strong>gagal ginjal</strong> </a>yang telah dideritanya selama satu tahun. Setelah selama satu tahun menjalani <strong>cuci darah</strong> (<em>dialysis</em>), kondisi kesehatannya tak tertolong lagi.</p>
<blockquote><p>Jelaslah di sini bahwa penyakit yang fatal seperti gagal ginjal dan <strong>stroke</strong> pun kini tak segan-segan <strong>menyerang orang-orang dengan usia yang masih muda</strong>, bahkan anak-anak sekalipun. Jadi, mentang-mentang masih muda, janganlah membiasakan diri menemppuh gaya hidup, terutama soal makan-minum, yang sembarangan atau <em>sembrono</em> (ceroboh). Lebih parah lagi bila diiringi dengan merokok dan/atau minuman keras;  sakit apa lagi yang mau dicari?</p></blockquote>
<p><span id="more-335"></span>Demikianlah, sesuai dengan  informasi dari ayah almarhum (ya teman saya), almarhum semasa hidupnya sebagai pelajar dan mahasiswa, memang gemar dan terbiasa minum <strong>minuman berenergi </strong>instan<strong> </strong>(kemasan); jadi, sebelum kuliah atau belajar maka tak lupa dia minum minuman penyegar berenergi itu supaya bisa &#8216;<em>jooss</em>&#8216; dalam menempuh kegiatan sehari-harinya. Tambahan lagi, dia juga suka makan <strong>mie instan</strong>; mungkin karena praktis dan cukup bisa mengenyangkan. Belum lagi makanan jajanan seperti <strong>bakso</strong>, <strong>cilok</strong>, <strong>siomay</strong> yangmemang banyak beredar bebas  di daerah Malang. Dugaan saya, dia mungkin <a href="http://www.halalsehat.tk/mau-sehat-betul-minum-banyak-air/" target="_blank"><strong>jarang minum (air putih)</strong></a> atau <a href="http://pilihsehat.tk/anda-harus-banyak-minum-air-putih/#more-359" target="_blank"><strong>minumnya sediki</strong>t</a> saja. Maaf, mungkin &#8216;takut&#8217; kalau &#8216;<em>kebelet</em> pipis&#8217; di perjalanan. Yah, hal-hal seperti itu juga pernah saya alami karena saya pun pernah terkena batu ginjal dua kali.</p>
<p>Mari kita cermati. Minuman berenergi yang dijual bebas di pasaran, merek apapun, dipastiakan banyak mengandung bermacam-macam bahan tambah makanan sintetis (<a href="http://www.halalsehat.tk/food-additives/" target="_blank"><em><strong>artificial food additives</strong></em></a>) seperti, pemanis buatan, pewarna buatan, penambah rasa/aroma buatan, pengawet buatan, dan sebagainya. Sedangkan mie instan, apapun mereknya,  dipastikan banyak mengandung micin atau vetsin (<a href="http://www.halalsehat.tk/msg-micin-vetsin-bom-waktu/" target="_blank"><strong><em>free MSG</em></strong></a>) pewarna makanan sintetis, bahan pengwet buatan, dan sebagainya yang sintetis.</p>
<blockquote><p>Lha itu semua kan sudah ada izin dari Depkes atau BPOM? Lho, takarannya kan masih dalam batas aman/yang diizinkan? Ya, mungkin benar. Yang terutama menjadi masalah adalah: zat-zat (<em>food additives</em>) yang tidak alami itu dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan (sering, setiap hari, selama bertahun-tahun) dan tak terkontrol! Tak mengherankan bila banyak sekali terjadi penyakit kronis, cacat lahir, keracunan makanan yang akhir-akhir ini kembali merebak.</p></blockquote>
<p>Yah, akhirnya kembali kepada kita semua sebagai konsumen produk-produk instan semacam itu, yang kini semakin bebas beredar di pasaran (ditambah lagi denga regulasi pasar bebas sekarang ini). Terlebih dengan kian gencarnya teknik/strategi pemasaran dari para produsennya, baik melalui TV, radio maupun berbaga media cetak yang ada. Apakah kita masa bodoh saja dan ikut arus, atau kah kita mau menertibkan atau mendisiplinkan diri kita, dan keluarga kita, untuk menempuh cara hidup / gaya hidup yang sehat, <em>mumpung</em> kita masih muda usia?</p>
<p>Sebagai misal, apa yang saya perhatikan sendiri. Tetangga saya yang dokter saya lihat sering kali membeli/jajan <strong>makanan cepat saji</strong> melalui <em>delivery service</em> atau yang dijual lewat gerobag dorong seperti bakso, siomay dan lain-lain (apa lagi anaknya juga diajak makan). Teman saya yang seangkatan, juga seorang dokter di Kediri telah meninggal 2 tahun yang lalu karena <strong>kanker ginjal</strong>. Baru saja seminggu yang lalu, teman perempuan saya yang juga seorang dokter (yang sedang mengambil spesialis), keluar dari rumah sakit setelah menjalani perawatan beberapa hari karena menderita stroke ringan. Ini saja contoh kasus teman-teman yang profesinya sebgai dokter, yang mestinya paham betul seluk-beluk dunia kesehatan dan cara hidup sehat. Apa lagi kita-kita yang bukan dokter&#8230;. Intinya, siapa pun kita seyogyanya menempuh gaya hidup yang sehat dan menyehatkan.</p>
<p>Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati.</p>
<p>Hidup akan semakin indah bila Anda nikmati dalam keadaan sehat wal-afiat, bukan?</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.halalsehat.tk/makan-ikan-bebas-diabetes-obesitas-dan-sakit-jantung/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Makan Ikan: Bebas Diabetes, Obesitas, dan Sakit Jantung'>Makan Ikan: Bebas Diabetes, Obesitas, dan Sakit Jantung</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.halalsehat.tk/makan-minum-sembarangan-bisa-gagal-ginjal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sumber Keracunan Makanan (2)</title>
		<link>http://www.halalsehat.tk/sumber-keracunan-makanan-2/</link>
		<comments>http://www.halalsehat.tk/sumber-keracunan-makanan-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Mar 2010 07:53:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Toton</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keracunan Makanan]]></category>
		<category><![CDATA[Public Health]]></category>
		<category><![CDATA[bakteri patogen]]></category>
		<category><![CDATA[mikroba]]></category>
		<category><![CDATA[parasit]]></category>
		<category><![CDATA[pencemaran bahan kimia]]></category>
		<category><![CDATA[pestisida]]></category>
		<category><![CDATA[protozoa]]></category>
		<category><![CDATA[s.aureus]]></category>
		<category><![CDATA[salmonella]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.halalsehat.tk/?p=289</guid>
		<description><![CDATA[[Ada baiknya Anda ikuti terlebih dahulu bagian pertama tulisan ini]
Penyebab Keracunan Makanan
1) Pangan diolah dengan menggunakan bahan baku yang tidak aman, misalnya dari:

 ikan dan hasil laut dari perairan tercemar.
 sayur dan buah yang tercemar pestisida atau dari lingkungan yang tercemar.

2) Pendinginan pangan yang tdak sempurna dan penurunan suhu hingga suhu aman (kurang dari 5 [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.halalsehat.tk/kasus-keracunan-makanan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kasus Keracunan Makanan'>Kasus Keracunan Makanan</a></li>
<li><a href='http://www.halalsehat.tk/sumber-keracunan-makanan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sumber Keracunan Makanan'>Sumber Keracunan Makanan</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.halalsehat.tk/sumber-keracunan-makanan/" target="_blank">[Ada baiknya Anda ikuti terlebih dahulu bagian pertama tulisan ini]</a></p>
<h2><span style="color: #0000ff;">Penyebab Keracunan Makanan</span></h2>
<p>1) Pangan diolah dengan menggunakan bahan baku yang tidak aman, misalnya dari:</p>
<ul>
<li> ikan dan hasil laut dari <strong>perairan tercemar</strong>.</li>
<li> sayur dan buah yang tercemar <strong>pestisida</strong> atau dari lingkungan yang tercemar.</li>
</ul>
<p>2) Pendinginan pangan yang tdak sempurna dan penurunan suhu hingga suhu aman <span style="text-decoration: underline;">(<span style="color: #ff0000;">kurang dari 5 drajat Celcius</span>) dilakukan terlalu lama</span>.</p>
<p><span id="more-292"></span></p>
<p>3) Adanya<strong> waktu tunggu</strong> dari persiapan bahan ke proses pemanasan atau pemasakan. Jarak waktu dari persiapan pangan dengan waktu konsumsinya yang terlalu lama (<span style="text-decoration: underline;">lebih dari 4 jam sebelum disajikan</span>) dan disimpan pada suhu ruang memungkinkan mikroba untuk tumbuh dan berkembang biak.</p>
<p>4) Bahan makanan bisa tercemar zat kimia beracun maupun bakteri patogen, virus, parasit, dan protozoa selama tahap produksi, proses, transportasi, penyiapan, penyimpanan, maupun penyajiannya, misalnya:</p>
<ul>
<li> terkontaminasi dari pekerja</li>
<li> kondisi <strong><em>higiene</em></strong> dan <strong>sanitasi pekerja</strong> yang buruk</li>
</ul>
<p>Sebagai contoh, <span style="color: #008000;"><em>S.aureus</em></span> terdapat pada kulit dan pkerja yang sakit membawa mikroba patogen seperti <span style="color: #008000;"><em>salmonella</em></span>. Terjadi  <span style="color: #800000;">kontaminasi silang</span> dari pangan mentah, <span style="color: #ff0000;">peralatan yang tidak saniter</span>, atau pekerja, ke pangan matang. Misalnya, penambahan bahan mentah yang terkontaminasi ke dalam pangan matang tanpa ada proses pemasakan lanjutan, seperti penambahan potongan loncang atau seledri di atas mie bakso.</p>
<p>5) Ketidakcukupan panas untuk membunuh bakteri pada waktu proses pemanasan ulang pangan matang. Jika pemanasan ulang hanya dilakukan pada suhu <strong><span style="color: #000080;">60 drajat Celcius</span></strong> atau lebih rendah, hal ini akan merangsang pertumbuhan mikroba. Suhu penyimpanan panas yang tidak tepat (kurang dari 60 drajat Celcius) akan memudahkan mikroba berkembang biak.</p>
<p>6) Penanganan pangan sisa yang tidak tepat Pangan yang sudah tidak dipakai harus dibuang atau, kalau masih layak, ditempatkan jauh dari pangan yang siap dikonsumsi.</p>
<p>Ingin mengatahui bagian awal tulisan ini?</p>
<ul>
<li><a href="http://www.halalsehat.tk/sumber-keracunan-makanan/" target="_self">Sumber Keracunan Makanan, (bagian pertama)</a></li>
</ul>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.halalsehat.tk/kasus-keracunan-makanan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kasus Keracunan Makanan'>Kasus Keracunan Makanan</a></li>
<li><a href='http://www.halalsehat.tk/sumber-keracunan-makanan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sumber Keracunan Makanan'>Sumber Keracunan Makanan</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.halalsehat.tk/sumber-keracunan-makanan-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>171</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sumber Keracunan Makanan</title>
		<link>http://www.halalsehat.tk/sumber-keracunan-makanan/</link>
		<comments>http://www.halalsehat.tk/sumber-keracunan-makanan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Mar 2010 09:25:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Toton</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keracunan Makanan]]></category>
		<category><![CDATA[iklan TV]]></category>
		<category><![CDATA[jajanan anak-anak]]></category>
		<category><![CDATA[monosodium glutamate]]></category>
		<category><![CDATA[MSG]]></category>
		<category><![CDATA[pemanis buatan]]></category>
		<category><![CDATA[pencemaran mikroorganisme]]></category>
		<category><![CDATA[pencemaran timbal]]></category>
		<category><![CDATA[pengawet buatan]]></category>
		<category><![CDATA[pewarna tekstil]]></category>
		<category><![CDATA[vetsin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.halalsehat.tk/?p=286</guid>
		<description><![CDATA[Keracunan Dianggap Lumrah
Kasus keracunan merupakan hal yang lumrah kita dengar di negeri ini. Mengapa hal ini sering terjadi?
Banyak faktor yang memengaruhinya. Diantaranya, adalah fakta bahwa di Indonesia sumber racun yang dapat mencemari makanan kita begitu banyak terutama untuk sumber racun yang berasal dari mikroorganisme yang sangat mudah tumbuh di negeri tropis semacam Indonesia.
Faktor lain yang [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.halalsehat.tk/sumber-keracunan-makanan-2/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sumber Keracunan Makanan (2)'>Sumber Keracunan Makanan (2)</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2><span style="color: #0000ff;">Keracunan Dianggap Lumrah</span></h2>
<p><a title="Kasus Keracunan" href="http://www.halalsehat.tk/kasus-keracunan-makanan/" target="_blank">Kasus <strong><span style="color: #008000;">keracunan</span></strong></a> merupakan<strong> hal yang lumrah</strong> kita dengar di negeri ini. Mengapa hal ini sering terjadi?</p>
<p>Banyak faktor yang memengaruhinya. Diantaranya, adalah fakta bahwa di Indonesia sumber racun yang dapat mencemari makanan kita begitu banyak terutama untuk sumber racun yang berasal dari mikroorganisme yang sangat mudah tumbuh di negeri tropis semacam Indonesia.</p>
<p>Faktor lain yang mengakibatkan banyaknya kasus keracunan di Indonesia adalah <strong>kewaspadaan kita sebagai konsuman tampaknya sangat kurang</strong>. Coba saja kita lihat pola hidup masyarakat kita. Kebanyakan kita tidak segan-segan jajan di pinggir jalan yang ramai oleh kendaraan, tambahan lagi juga dikepung oleh debu yang beterbangan.<span id="more-286"></span> Padahal seringkali makanan dan minuman yang dijajakan di pinggir jalan itu tidak ditutup rapat. Hal ini membuka jalan bagi <strong>pencemaran timba</strong>l dari kendaraan bermotor, maupun berbagai jenis mikroorganisme yang beterbangan bersama debu.</p>
<p>Selain itu, kalau kita cermati, pedagang makanan terkadang tidak segan-segan menjamah makanan langsung dengan tangan tanpa mencucinya terlebih dahulu padahal mereka mungkn baru saja buang air atau menyentuh benda-benda kotor.</p>
<p>Belum lagi kalau kita mengintip cara pembuatan makanan tersebut, tentunya jauh dari kata higienis, bukan?</p>
<h1><span style="color: #0000ff;">Kita Meracuni Anak-Anak Kita Sendiri</span></h1>
<p>Kalau kita ingin melihat pencemaran makanan karena zat kimia, yang paling nyata adalah pada jajanan anak-anak.  Jajanan anak-anak seringkali dan pada umumnya mengandung <a href="http://www.halalsehat.tk/category/m-s-g/" target="_blank">penyedap rasa <span style="color: #ff0000;">vetsin</span></a> atau <a title="MSG, Micin, Vetsin" href="http://www.halalsehat.tk/msg-micin-vetsin-bom-waktu/" target="_blank"><span style="color: #ff0000;">MSG</span> (<em>monosodium glutamate</em>)</a> dengan takaran yang tinggi tak terkendali!</p>
<p>Selanjutnya,  pewarna makanan yang digunakan seringkali adalah <strong><span style="color: #ff0000;">pewarna tekstil</span></strong> yang memang sangat mencolok warnanya sehingga menarik perhatian anak-anak.</p>
<p>Selain itu jajanan anak-anak pada umumnya mengandung <strong><span style="color: #ff0000;">pemanis buatan</span></strong> maupun <strong><span style="color: #ff0000;">pengawet buatan</span></strong> dalam dosis yang berlebihan.</p>
<p>Memang tidak semuanya begitu. Beberapa pedagang yang baik dan mempunyai pengetahuan yang cukup biasanya juga memerhatikan bahan yang mereka pilih demi keamanan konsumen. Namun, tidak dapat kita pungkiri bahwa lebih banyak, jauh lebih banyak lagi pedagang yang seenaknya sendiri menggunakan bahan berbahaya untuk menambah keuntungannya sendiri.</p>
<blockquote><p>Lha iya… wong namanya pedagang… umumnya ya begitu itu. Pokoknya, makanan yang dijual itu bisa menarik perhatian konsumen, lalu rasanya pokonya enak lezat, harganya bisa murah terjangkau, sehingga laba yang diraih pun bisa maksimal; beres&#8230;</p></blockquote>
<p>Perkara efek samping dari dagangannyta? Itu sih urusan belakang. Itu kan tergantung dari daya tahan tubuh konsumen masing-masing; setiap orang kan tidak sama?! Begitulah kiranya jalan pkiran mereka.</p>
<p>Belum lagi kalau kita mengintip cara pembuatan makanan tersebut, tentunya jauh dari kata higienis, bukan?</p>
<blockquote><p>Apakah nasib kesehatan diri Anda dan keluarga Anda rela Anda serahkan kepada orang-orang semacam itu ?</p></blockquote>
<h1><span style="color: #0000ff;">Jangan Percayai Iklan<br />
</span></h1>
<p>Coba Anda perhatikan peran dari iklan-iklan mahal di berbagai media cetak maupun elektronik, terutama iklan yang di televisi maupun radio; begitu dahsyat performanya marketingnya sehingga berhasil menghipnotis para konsumen.</p>
<p>Bayangkan saja, rokok yang jelas-jelas membahayakan kesehatan  itu dikemas dengan iklan yang demikian memikat dan dirancang sedemikian rupa sehingga menciptakan image yang bagus tentang rokok di mata masyarakat, mengalahkan fakta yang sebenarnya bahwa rokok itu benar-benar merugikan kesehatan!</p>
<p>Senada dengan rokok adalah<strong> iklan makanan anak-anak</strong> hasil olahan pabrik yang digadang-gadang bisa memenuhi gizi masa petumbuhan dan bisa bikin anak pintar dan berprestasi!? Apa pula ini&#8230; Apalagi bila bintang iklannya selebritis top macam D. Mizwar dan Budi Anduk atau bintang anak-anak yang sedang populer; ditambah lagi dengan sederet kesaksian beberapa anak berprestasi&#8230;&#8230; Jelas tujuannya adalah menanamkan kepercayaan kepada para konsumen bahwa produk itu bermutu, menyehatkan, dan aman dikonsumsi. Bahkan, yang saya prihatinkan, ditambahi kata-kata atau label HALAL.  Percayakah Anda sepenuhnya?</p>
<blockquote><p>Sadarlah, bahwa itu hanyalah iklan belaka. Bintang-bintang iklan itu hanya boneka-boneka  yang dibayar oleh sang produsen, bukan? Mengapa harus Anda percayai? Tahu apa mereka?</p></blockquote>
<p>Ayolah pakai sedikit akal sehat . Daripada makanan kemasan bikinan pabrik semacam itu, yang  tidak Anda ketahui sendiri bagaimana kondidi bahan-bahan yang digunakan dan bagimana proses produksinya, akan jauh lebih baik Anda dan keluarga Anda tercinta mengonsumsi makanan alami yang Anda masak / bikin  sendiri, yang Anda ketahui dan percayai sendiri kualitas dan keamanannya bagi kesehatan.</p>
<p>Agak merepotkan? Ya, tergantung sih. Kalau Anda sudah terbiasa dan diiringi komitmen yang kuat maka tentunya tidak akan merepotkan, bahkan merupakan kegiatan yang menyenangkan.</p>
<p>Kini saatnya Anda dan keluarga Anda perlu meluangkan waktu untuk mencari sendiri (belajar) informasi tentang nutrisi dan kesehatan dari sumber-sumber yang benar,  independen dan dapat dipercaya. Makin banyak dan makin <em>up to date</em> informasinya tentunya makin baik bagi Anda.</p>
<p>Sebagai konsumen hendaknya kita punya pengetahuan yang cukup tentang bahan-bahan kimia berbahaya bagi makanan, mengetahui ciri-cirinya dan memilih bahan lain yang lebih aman bagi kesehatan.</p>
<p>Yah, sikap mau terus belajar itulah yang perlu Anda kembangkan, demi kepentingan Anda dan keluarga.  Belajar itu sepanjang hayat di kandung badan, bukan?</p>
<h1><span style="color: #0000ff;">Awasi Jajanan Anak Anda<br />
</span></h1>
<p>Yang tak kalah pentingnya, awasi selalu jajanan anak-anak, buah hati Anda tercinta. Berikan pengetahuan secukupnya kepada mereka. Namun, jika mereka masih terlalu kecil untuk menerima penjelasan ini dan Anda tidak punya cukup waktu untuk mengawasinya, lebih baik jangan memberikan uang jajan untuk mereka. Alangkah baiknya bila Anda buatkan bekal makanan dari rumah yang dapat Anda jamin kesehatannya.</p>
<p>Yah, terkadang demi kebaikan buah hati kita tercinta, kita harus berani <em>mentholo</em> (tega) kepada mereka sekali waktu.</p>
<p>Bila Anda tertarik dengan artikel ini dan ingin berkomentar, atau  ingin memberikan masukan (artikel) maupun saran yang sejalan dengan   misi saya, jangan ragu untuk menuliskannya pada papan komentar di bawah  ini.</p>
<p>(<a href="http://www.halalsehat.tk/sumber-keracunan-makanan-2/#more-292" target="_self"> Ikuti  bagian selanjutnya tulisan ini</a> )</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.halalsehat.tk/sumber-keracunan-makanan-2/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sumber Keracunan Makanan (2)'>Sumber Keracunan Makanan (2)</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.halalsehat.tk/sumber-keracunan-makanan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>117</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kasus Keracunan Makanan</title>
		<link>http://www.halalsehat.tk/kasus-keracunan-makanan/</link>
		<comments>http://www.halalsehat.tk/kasus-keracunan-makanan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Mar 2010 04:30:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Toton</dc:creator>
				<category><![CDATA[Food Additives]]></category>
		<category><![CDATA[Public Health]]></category>
		<category><![CDATA[alergi]]></category>
		<category><![CDATA[bahan tambahan makanan]]></category>
		<category><![CDATA[bakteri patogen]]></category>
		<category><![CDATA[boraks]]></category>
		<category><![CDATA[chrom]]></category>
		<category><![CDATA[food infection]]></category>
		<category><![CDATA[Food intoxication]]></category>
		<category><![CDATA[formalin]]></category>
		<category><![CDATA[karsinogenik]]></category>
		<category><![CDATA[kelainan genetik]]></category>
		<category><![CDATA[merkuri]]></category>
		<category><![CDATA[nikel]]></category>
		<category><![CDATA[salmonella]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.halalsehat.tk/?p=280</guid>
		<description><![CDATA[Kasus keracunan makanan bukan hal yang asing bagi kita. Berbagai media, baik cetak maupun elektronik,  kerap memberitakannya.
Sekretaris Dirjen Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Depkes dan Kesos, dr. I Nyoman Kandun MPH, mengungkapkan dalam harian Kompas bahwa selama kurun waktu tahun 1989 &#8211; 2000 saja, terdapat 400 laporan kejadian penyakit akibat makanan dengan 25.908 orang [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.halalsehat.tk/sumber-keracunan-makanan-2/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sumber Keracunan Makanan (2)'>Sumber Keracunan Makanan (2)</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kasus keracunan makanan bukan hal yang asing bagi kita. Berbagai media, baik cetak maupun elektronik,  kerap memberitakannya.</p>
<p>Sekretaris Dirjen Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Depkes dan Kesos, dr. I Nyoman Kandun MPH, mengungkapkan dalam harian Kompas bahwa selama kurun waktu tahun 1989 &#8211; 2000 saja, terdapat 400 laporan kejadian penyakit akibat makanan dengan 25.908 orang korban meliputi:</p>
<ul>
<li> keracunan tempe bongkrek (1990),</li>
<li>biskuit beracun (1995),</li>
<li>mie instan beracun (1996),</li>
<li> keracunan makanan tambahan pada ank sekolah di Lampung (1997),</li>
<li>keracunan makanan di Bali (1997).</li>
</ul>
<p><span id="more-280"></span><br />
Belum lagi kasus-kasus keracunan  makanan dan minuman dalam kurun waktu tahun 2000 &#8211; 2010 yang datanya tentu jauh lebih banyak lagi. Apalagi bila ditambah dengan kasus-kasus yang tak dilaporkan.</p>
<p>Selain itu, diberitakan pula bahwa keracunan makanan yang disebabkan oleh:</p>
<ul>
<li> makanan dari jasa boga/katering sebanyak 33,8%</li>
<li>keluarga 29,2%</li>
<li>jajanan 18,5%</li>
<li>industri 4,6%</li>
<li>tak diketahui 13,9%</li>
</ul>
<p>Dari berbagai kasus keracunan tersebut ternyata yang menjadi penyebabnya adalah <strong>rendahnya kebersihan individu </strong>maupun<strong> sanitasi lingkungan</strong>.</p>
<h2>Bagaimana Terjadinya Keracunan?</h2>
<p>Keracunan dapat terjadi karena beberapa hal, diantaranya aktivitas <strong>mikroorganisme</strong>. Hal ini dapat dibedakan menjadi:</p>
<ol>
<li>food intoxication, dan</li>
<li>food infection</li>
</ol>
<p><strong><em>Food intoxication</em></strong> ialah keracunan yang terjadi karena tercemarinya makanan oleh toksin (racun) yang ada dalam makanan, yaitu oleh eksotoksin yang dihasilkan <em>clostridium botulinum</em> maupun enterotoksin yang dihasilkan <em>staphyilococci</em>.</p>
<p>Adapun <strong><em>food infection</em></strong> terjadi karena makanan terkontaminasi oleh parasit, protozoa atau <strong>bakteri patogen</strong> (penyebab sakit) seperti <em>salmonella, proteus, escherichia</em>, dan <em>pseudomonas</em> yang ada dalam makanan tersebut.</p>
<p>Untuk menghindari keracunan makanan akibat mikroorganisme itu, masklah atau olahlah makanan Anda secara sempurna sebelum dokonsumsi. Hal ini mampu mengatasi kontaminasi bakteri ataupun toksin di atas.</p>
<h2>Keracunan karena Bahan Kimia</h2>
<p>Keracunan makanan dapat pula disebabkan oleh bahan kimia. Perlu diketahui bahwa pada dasarnya semua bahan kimia adalah beracun.</p>
<p>Ketika masuk ke dalam tubuh manusia zat kimia ini akan menimbulkan efek yang berbeda-beda, tergantung jenis dan jumlah zat kimia yang masuk ke dalam tubuh.</p>
<p>Contonya senyawa <strong>merkuri</strong>, yang dapat menimbulkan keracunan parah  atau <strong>kelainan genetik</strong>.</p>
<p>Adapun senyawa organik yang mengandung cincin benzena, senyawa <strong>nikel</strong>, dan <em><strong>chrom</strong></em> dapat bersifat <strong>karsinogenik</strong> (penyebab <strong>kanker</strong>).</p>
<p>Bahan kimia yang kita kenal sebagai bahan  tambahan makanan (BTM) atau <em><strong>food additives</strong></em> seperti yang termasuk dalam kategori:</p>
<ul>
<li>pengawet,</li>
<li>pewarna,</li>
<li>pengental, dan</li>
<li>penyedap rasa</li>
</ul>
<p>juga dapat menjadi racun bagi tubuh kita bila dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan.</p>
<p>Akibat yang terjadi mulai dari:</p>
<ul>
<li> Sakit kepala,</li>
<li>Gannguan pencernaan,</li>
<li><a href="http://www.1001healthsecret.com/climate-change-may-extend-allergy-season/" target="_blank">Alergi</a>, sampai</li>
<li><a href="http://www.1001healthsecret.com/category/cancer/" target="_blank">Kanker</a>, dan lain-lain</li>
</ul>
<h2>Bedakan antara  BTM dan Racun</h2>
<p>Yang paling ramai dibicarakan di media massa maupun elektronik, dari dulu sampai sekarang, adalah keracunan makanan karena zat kimia berbahaya seperti <strong>formalin</strong> dan <strong>boraks</strong> dalam makanan. Apakah <span style="text-decoration: underline;">keduanya termasuk bahan tambahan makanan (BTM)? Tentu saja <strong>tidak</strong></span>. Keduanya adalah RACUN!</p>
<p>Kita harus dapat membedakan antara bahan tambahan makanan dan racun. Racun menghambat respons pada sistem biologis, bila masuk ke dalam tubuh kita, dan selanjutnya menyebabkan gangguan kesehatan, penyakit, bahkan <span style="text-decoration: underline;">KEMATIAN</span>. Berbagai jenis zat dapat menjadi racun bagi tubuh kita.</p>
<h1>Apa ituFormalin?</h1>
<p>Formalin yang dicampurkan pada makanan jelas-jelas menjadi racun bagi tubuh kita. Ini namanya penyalahgunaan, dan kalau disengaja oleh pembuatnya maka termasuk <strong>perkara pidana</strong> atau <strong>kriminal</strong>.</p>
<p>Fungsi formalin adalah sebagai pembunuh kuman sehingga kerap dimanfaaatkan untuk:</p>
<ul>
<li> pembersih lantai, kapal, gudang, pakaian</li>
<li> pembasmi lalat dan berbagai serangga lain</li>
<li>bahan pengawet pada pembuatan sutra sintetis</li>
<li>zat pewarna</li>
<li>cermin kaca,</li>
<li>bahan peledak</li>
<li>bahan pengawet produk kosmetika (dalam jumlah amat kecil)</li>
<li>bahan pengeras kuku</li>
<li>cairan pembalsam atau <strong>pengawet mayat</strong>!</li>
</ul>
<p>Lihatlah&#8230;, tak satu pun fungsi formalin untuk makanan! Tak heran banyak kasus gangguan kesehatan mulai dari gangguan pencernaan sampai kanker, bahkan yang fatal, kematian terjadi karena penyalahgunaan formalin untuk makanan. Waspadalah!</p>
<h1>Apa itu Boraks?</h1>
<p>Selain formalin, yang banyak disalahgunakan untuk bahan tambahan makanan adalah Natriumtetra Boraks (asam borat) atau yang kita kenal sebagai <strong>boraks</strong>, atau orang sering menyebutnya  sebagai bleng, garam bleng atau pijer, juga merupakan <strong>racun</strong> bagi tubuh kita; bukan bahan tambahan makanan!</p>
<h1>Racun-racun yang Lain</h1>
<p>Seperti halnya formalin dan boraks, berbagai bahan kimia juga BUKAN merupakan BTM, tetapi sering digunakan sebagai BTM di Indonesia, diantaranya:</p>
<ol>
<li>Dulsin</li>
<li>Nitrofurazon</li>
<li>Asam salisilat</li>
<li>Diethylpyrocarbonate (DEPC)</li>
<li>Pottasium bromat.</li>
</ol>
<p>Manifestasi keracunan makanandapat bersifat akut (langsung parah) maupun kronis. Yang <strong>AKUT</strong> antara lain:</p>
<ul>
<li>Diare</li>
<li>Muntah</li>
<li>Gastrointestinal (gangguan sistem pencernaan)</li>
</ul>
<p>Sementara yang bersifat <strong>KRONIS </strong>dapat mengakibatkan <span style="text-decoration: underline;"><strong>gangguan sistem syaraf</strong></span> sampai<span style="text-decoration: underline;"><strong> kanker</strong></span>.</p>
<p>( <a href="http://www.halalsehat.tk/sumber-keracunan-makanan/" target="_self"><em>Kisah Selanjutnya</em></a> )</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.halalsehat.tk/sumber-keracunan-makanan-2/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sumber Keracunan Makanan (2)'>Sumber Keracunan Makanan (2)</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.halalsehat.tk/kasus-keracunan-makanan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>63</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Serat (Fiber) Menyehatkan &amp; Cegah Kanker</title>
		<link>http://www.halalsehat.tk/serat-fiber-menyehatkan-cegah-kanker/</link>
		<comments>http://www.halalsehat.tk/serat-fiber-menyehatkan-cegah-kanker/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Mar 2010 00:01:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Toton</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kanker]]></category>
		<category><![CDATA[breast cancer]]></category>
		<category><![CDATA[cancer]]></category>
		<category><![CDATA[colon cancer]]></category>
		<category><![CDATA[dietary fiber]]></category>
		<category><![CDATA[serat]]></category>
		<category><![CDATA[stomach cancer]]></category>
		<category><![CDATA[synthetic fiber]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.halalsehat.tk/?p=276</guid>
		<description><![CDATA[Health Benefits of Dietary Fiber
The concept of dietary fiber arose from observations of the low  prevalence of colon cancer, diabetes and coronary heart disease in parts  of Africa amongst people whose diets were high in unrefined  carbohydrates and whose stools were typically bulky, and often or  sometimes semisolid.
Considerable efforts have been [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3>Health Benefits of Dietary Fiber</h3>
<p>The concept of dietary fiber arose from observations of the low  prevalence of <strong>colon cancer</strong>, <strong>diabetes</strong> and <strong>coronary heart disease</strong> in parts  of Africa amongst people whose diets were high in unrefined  carbohydrates and whose stools were typically bulky, and often or  sometimes semisolid.</p>
<p>Considerable efforts have been dedicated to  characterizing the dietary component of what has come to be called <strong> dietary fiber</strong> (<em>indonesian: <strong>serat</strong></em>) is only derived from plant foods. Pulses (legumes) and  minimally processed cereals are particularly concentrated sources, but  vegetables and fruits also contain significant amounts. Dietary fiber  isolated from plant cell walls and <strong>synthetic forms</strong> are increasingly  entering the food supply.</p>
<p><img title="More..." src="http://www.1001healthsecret.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" alt="" /><span id="more-276"></span></p>
<p>High intakes of dietary fiber, variously defined, have been  associated with reduced risk of some <strong>cancers</strong>.</p>
<h2>What is Dietary Fiber?</h2>
<p>Definitions of dietary  fiber vary. Some are based on chemical analyses of the components of  plant cell walls, such as non-starch polysaccharides, others on  physiological effects &#8211; <span style="text-decoration: underline;">the carbohydrates that enter the large bowel  having escaped digestion in the small intestine being defined as dietary  fiber</span>.</p>
<p>The World Health Organization (WHO) and Food and Agriculture  Organization (FAO) have recently proposed that only polysaccharides  which form part of plant cell walls should be regarded as dietary fiber.</p>
<h2>Fiber versus Cancer</h2>
<p>A very large population trial namely “National Institutes of Health  (NIH)- AARP diet and Health Study” investigated the role that dietary  fiber may play in <strong>breast cancer</strong> rates. Over 185,000 postmenopausal women  were followed for 7 years. Their findings suggest that dietary fiber  can play a role in preventing breast cancer through non-estrogen  pathways. (<em>Ref: Park et al 2009</em>).</p>
<p>Recently, Italian scientists provided very strong evidence that a  high fiber diet can reduce the likelihood of <strong>stomach cancer</strong> occurrence.</p>
<p>In this concern, you have to pay attention since nutritionists have known for decades that <strong>fiber can bind to minerals in food</strong>, preventing the body from absorbing them. Find more information regarding this matter in the articles mentioned below.</p>
<p><strong>Fiber Rich Foods</strong> (grams) <strong>:</strong></p>
<ul>
<li>
<div>Almonds (2 oz)=6 g</div>
</li>
<li>
<div>Avocado (100g)=7 g</div>
</li>
<li>
<div>Blackberries (100g)=5 g</div>
</li>
<li>
<div>Broccoli-cooked(1 cup)=6g</div>
</li>
<li>
<div>Chia seeds (1oz)=12g</div>
</li>
<li>
<div>100% Cocoa powder (1oz)=9g</div>
</li>
<li>
<div>Coconut Fluor (1oz)=12g</div>
</li>
<li>
<div>Flax Seeds (1oz)=8g</div>
</li>
<li>
<div>Red Raspberries (100g)=6g</div>
</li>
</ul>
<p>If you have interest in dietary fiber for your health, find more information concerning  the further  role of dietary fiber for your health in <a href="http://www.1001healthsecret.com/" target="_blank">1001HealthSecret.com</a> via these articles:</p>
<ul>
<li> <a title="Dietary Fiber Prevents You from Cancer" href="http://www.1001healthsecret.com/dietary-fiber-prevents-you-from-cancer/#more-433" target="_blank">Dietary Fiber Prevents You from Cancer</a></li>
<li> <a title="Dietary Fiber Prevents You from Cancer" href="http://www.1001healthsecret.com/dietary-fiber-prevents-you-from-cancer-part-ii/#more-438" target="_blank">Dietary Fiber Prevents You from Cancer, Part II</a></li>
</ul>


<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.halalsehat.tk/serat-fiber-menyehatkan-cegah-kanker/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>102</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gemuk (Obesity) dan Diabetes Tipe II</title>
		<link>http://www.halalsehat.tk/gemuk-obesity-dan-diabetes-tipe-ii/</link>
		<comments>http://www.halalsehat.tk/gemuk-obesity-dan-diabetes-tipe-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 16:45:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Toton</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kegemukan]]></category>
		<category><![CDATA[asam arachidonic]]></category>
		<category><![CDATA[diabetes tipe II]]></category>
		<category><![CDATA[hipertensi]]></category>
		<category><![CDATA[hyper-insulinemia]]></category>
		<category><![CDATA[insulin]]></category>
		<category><![CDATA[kolesterol tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Obesity]]></category>
		<category><![CDATA[resistensi insulin]]></category>
		<category><![CDATA[Syndrom X]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.halalsehat.tk/?p=253</guid>
		<description><![CDATA[Jika perang antara obat-obatan melawan hipertensi dan kolesterol tinggi tidak dapat memperbaiki anka kematian (mortalitas) keseluruhan, maka peperangan itu berhasil menurunkan tekanan darah  dan kolesterol. Namun pertempuran melawan faktor resiko utama yang ke-empat &#8211; kegemukan (obesity) dan akibatnya yang sering menyertai, diabetes tipe II &#8211; benar-benar berakhir tragis. Tidak hanya orang-orang, dari barbagai bangsa manapun, [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.halalsehat.tk/makan-ikan-bebas-diabetes-obesitas-dan-sakit-jantung/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Makan Ikan: Bebas Diabetes, Obesitas, dan Sakit Jantung'>Makan Ikan: Bebas Diabetes, Obesitas, dan Sakit Jantung</a></li>
<li><a href='http://www.halalsehat.tk/yang-benar-tentang-kadar-gula-darah-anda/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Yang Benar tentang Kadar Gula Darah Anda'>Yang Benar tentang Kadar Gula Darah Anda</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika perang antara obat-obatan melawan <strong>hipertensi </strong>dan <strong>kolesterol tinggi</strong> tidak dapat memperbaiki anka kematian (mortalitas) keseluruhan, maka peperangan itu berhasil menurunkan tekanan darah  dan kolesterol. Namun pertempuran melawan faktor resiko utama yang ke-empat &#8211; <strong>kegemukan</strong> (<em>obesity</em>) dan akibatnya yang sering menyertai,<strong> diabetes tipe II</strong> &#8211; benar-benar berakhir tragis. Tidak hanya orang-orang, dari barbagai bangsa manapun, menjadi lebih gemuk, tetapi begitu pula para pasien kardiovaskuler.</p>
<p>Jika Anda kelebihan berat badan, yang Anda khawatirkan mestinya bukan hanya kelebihan lemak, melainkan juga <strong><em>lokasi</em></strong> lemak tersebut. Jika Anda mengalami kegemukan perut (Anda tampak seperti buah apel), dan bukannya gemuk yang merata (tampak seperti buah pir), maka risiko Anda terkena serangan jantung sangat meningkat. Mengapa?</p>
<p><span id="more-253"></span>Seperti telah kita ketahui bersama, <strong>kegemukan perut</strong> merupakan harga mati; artinya nyaris bisa dipastikan bahwa Anda punya <strong>kadar insulin</strong> yang <strong>tinggi</strong>. Dan ingatlah bahwa <em>hyper-insulinemia</em> merupakan faktor resiko utama bagi <strong>serangan jantung</strong>.</p>
<h2>Hyper-insulinemia = Diabetes Tipe II</h2>
<p><em>Hyper-insulinemia</em> juga merupakan definisi klinis dari diabetes tipe II. Bentuk penyakit ini, juga dikenal sebagai diabetes dewasa (muncul di atas usia 40 tahun), bertanggung jawab atas lebih dari 90 % populai diabetes. Sayangnya, para pasien diabetes tipe II termasuk kelompok yang berisiko tertinggi terkena serangan jantung karena kadar insulin mereka yang tinggi.</p>
<p>Ingatlah bahwa <strong>kadar insulin</strong> yang <strong>tinggi </strong>merupakan penyebab awal seseorang menjadi <strong>gemuk</strong>. Yang menjadikan semakin buruk, kadar insulin yang tinggi juga menyebabkan tubuh meningkatkan produksi <strong><em>asam arahidonic</em></strong>, mimpi buruk yang paling mengerikan bagi pasien kardiovaskuler.</p>
<p>Ironisnya, meskipun kadar insulin mereka sudah sangat tinggi, para pasien tipe II ini biasanya dirawat dengan obat-obatan yang bisa membuat kadar insulin mereka senakin meningkat. (Jika itu tidak berhasil, akhirnya mereka diinjeksi insulin, yang akan memberikan hasil yang sama). Tunggu sebentar: mengapa meningkatkan kadar insulin mereka? Sebab mereka mengidap kondisi yang dikenal sebagai <strong>resistensi insulin</strong>.</p>
<h2>Resistensi Insulin</h2>
<p>Dalam konsisi ini, sel-sel menjadi kurang resptif (tidak peka) terhadap insulin. Makin lama makin banyak sirkulasi insulin yang dibutuhkan untuk menurunkan kadar gula darah. Ini berarti memenangkan pertempuran (turunnya kadar gula darah), tetapi kalah dalam perang (naiknya kadar insulin).</p>
<p>Jelas bahwa resistensi insulin akan meningkatkan potensi berkembangnya diabetes tipe II. Bagaimana Anda mengenali potensi itu? Yah, Anda gemuk dengan <strong>bentuk tubuh seperti  buah apel</strong> (tandanya kadar insulin tinggi), punya kadar darah <strong>triglyserid </strong> yang tinggi, kadar darah <strong>HDL rendah</strong>, dan <strong>hipertensi</strong>. Dikenal sebagai kuartet maut; pembawa kematian.</p>
<p>Kuartet maut tersebut juga dikenal sebagai <strong>Syndrom X</strong>, yang pertama kali oleh George Reaven di Stanford University pada pertengahan 1980-an. Untuk kasus di Amerika (AS) saja, dengan  banyaknya orang menjadi semakin gemuk dan semakin tua (ingat, insiden diabetes tipe II meningkat sejalan dengan bertambahnya usia), diestimasi bahwa pada tahun 2000 ada 25 juta orang   menderita diabetes tipe II di negeri itu.</p>
<h2>Menyembuhkan Diabetes Tipe II</h2>
<p>Cara terbaik untuk menyembuhkan diabetes tipe II dan hyper-insulinemia yang menyebabkannya adalah membidik kelebihan lemak tubuh. Jika akumulasi kelebihan lemak tubuh disebabkan oleh hyper-insulinemia maka berkurangnya lemak tubuh seharusnya bisa menurunkan resistensi insulin dan menurunkan kadar sirkulasi insulin. Jika kadar insulin turun, kadar asam arachidonic mestinya juga turun. Jika kadar asam arachidonic turun, kelebihan produksi eikosanoid jahat (seperti <em>thromboxane A2</em>) mestinya juga turun. Dan jika kelebihan produksi eikosnoid jahat berkurang maka berkurang pula kemungkinan untuk mengalami serangan jantung.</p>
<p>( <em>bersambung</em> )</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.halalsehat.tk/makan-ikan-bebas-diabetes-obesitas-dan-sakit-jantung/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Makan Ikan: Bebas Diabetes, Obesitas, dan Sakit Jantung'>Makan Ikan: Bebas Diabetes, Obesitas, dan Sakit Jantung</a></li>
<li><a href='http://www.halalsehat.tk/yang-benar-tentang-kadar-gula-darah-anda/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Yang Benar tentang Kadar Gula Darah Anda'>Yang Benar tentang Kadar Gula Darah Anda</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.halalsehat.tk/gemuk-obesity-dan-diabetes-tipe-ii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>59</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yang Benar tentang Kadar Gula Darah Anda</title>
		<link>http://www.halalsehat.tk/yang-benar-tentang-kadar-gula-darah-anda/</link>
		<comments>http://www.halalsehat.tk/yang-benar-tentang-kadar-gula-darah-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Mar 2010 15:43:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Toton</dc:creator>
				<category><![CDATA[Public Health]]></category>
		<category><![CDATA[Sehat Optimal]]></category>
		<category><![CDATA[diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[eikosanoid]]></category>
		<category><![CDATA[glukagon]]></category>
		<category><![CDATA[hipoglikemia]]></category>
		<category><![CDATA[hyperinsulinemia]]></category>
		<category><![CDATA[indeks glikemik karbohidrat]]></category>
		<category><![CDATA[insulin]]></category>
		<category><![CDATA[kadar glukose darah]]></category>
		<category><![CDATA[kadar gula darah]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit jantung]]></category>
		<category><![CDATA[resistensi insulin]]></category>
		<category><![CDATA[sistem hormon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.halalsehat.tk/?p=244</guid>
		<description><![CDATA[Penjelasan yang Mudah Dipahami
Sehubungan dengan semakin banyaknya penderita diabetes,  saya ingin berbagi pengetahuan seputar kadar gula darah dan dampaknya terhadap kesehatan Anda. Pendekatan yang saya gunakan adalah  dari siatem hormonal manusia. Saya yakin bahwa dengan pendekatan hormonal ini akan lebih memudahkan Anda dalam memahami permasalahan sekitar kadar gula darah dalam tubuh kita dan dampaknya bagi [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.halalsehat.tk/eicosanoids-embahnya-hormon-manusia/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Eicosanoids, Embahnya Hormon Manusia'>Eicosanoids, Embahnya Hormon Manusia</a></li>
<li><a href='http://www.halalsehat.tk/yang-benar-tentang-kolesterol/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Yang Benar tentang Kolesterol'>Yang Benar tentang Kolesterol</a></li>
<li><a href='http://www.halalsehat.tk/makanlah-karbohidrat-yang-baik/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Makanlah Karbohidrat yang Baik'>Makanlah Karbohidrat yang Baik</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Penjelasan yang Mudah Dipahami</h2>
<p>Sehubungan dengan semakin banyaknya penderita <strong>diabetes</strong>,  saya ingin berbagi pengetahuan seputar <strong>kadar gula darah</strong> dan dampaknya terhadap kesehatan Anda. Pendekatan yang saya gunakan adalah  dari siatem hormonal manusia. Saya yakin bahwa dengan pendekatan hormonal ini akan lebih memudahkan Anda dalam memahami permasalahan sekitar kadar gula darah dalam tubuh kita dan dampaknya bagi kesehatan.</p>
<p>Adalah suatu fakta bahwa sistem hormon terus-menerus terlibat dalam aksi <strong>penyeimbangan</strong>. Hormon jarang yang bertindak sebagai pelaku tunggal. Hormon-hormon dalam suatu sistem tertentu biasanya dipasangkan (satu pasangan dinamakan <em>poros</em>), yang terdiri dari dua hormon dengan pengaruh fisiologis yang kuat namun saling bertentangan.</p>
<p><span id="more-244"></span></p>
<p>Ada banyak pasangan hormon endokrin, tetapi yang <strong>paling penting </strong>untuk bisa mencapai kesehatan optimal (<em>Zone</em>) adalah poros insulin-glukagon. Insulin mendorong turunnya kadar gula darah, sementara glukagon malah menaikkan kadar gula darah.</p>
<h2>Resistensi Insulin &amp; Hyper-insulinemia</h2>
<p>Keseimbangan dari dua pengaruh fisiologis yang bertentangan ini memungkinkan tubuh mempertahankan kontrol yang relatif ketat pada gula darah, yang memungkinkan otak untuk berfungsi optimal. Jika keseimbangan hormon yang ketat ini terganggu, jika komunikasi dalam sistem rusak maka akibatnya adalah ketidakseimbangan<strong> kadar glukose darah</strong>.</p>
<p>Jika kadar insulin terlalu tinggi, atau jika kadar glukagon terlalu rendah maka terjadilah<em><strong> hipoglikemia</strong></em>, atau gula darah rendah. Jika itu terjadi, <strong>fungsi otak</strong> terganggu.</p>
<p>Ada pula kondisi yang dikenal sebagai <strong>resistensi insulin</strong>, dimana kadar insulin naik tetapi kadar gula darah tetap tinggi disebabkan karena sel-sel target tidak lagi merespons insulin sebagaimana mestinya. <em>Resistensi insulin </em>dan naiknya kadar insulin yang diakibatkannya (<em><strong>hyper-insulinemia</strong></em>) menyebabkan akumulasi kelebihan lemak tubuh, dan memperlama kondisi hyper-insulinemia bukan hanya dapat menimbulkan <strong>diabetes</strong> melainkan juga mempercepat berkembangnya <strong>penyakit jantung</strong>.</p>
<p>Ini bukan sekadar diskusi akademis tentang biokimia hormon,<em> lho</em>. Ternyata makanan yang Anda konsumsi memberi pengaruh yang luar biasa besarnya pada semua respon hormon ini:  endokrin, parakrin, dan otokrin. Begitu  memahaminya, Anda tidak akan lagi menganggap makanan sebagai sumber kalori bagi tubuh belaka.</p>
<p>Setiap ahli gizi bisa memberitahu Anda berapa gram lemak atau berapa banyak kalori yang terdapat dalam satu porsi makanan. Namun, kesehatan optimal tidak bergantung pada perhitungan kalori, melainkan pada pemahaman akan berbagai respon hormon kompleks yang timbul setiap kali Anda membuka mulut untuk makan.Begitu Anda memahami respon hormon ini, banyak dari konsepsi Anda tentang nutrisi akan terlihat <strong>salah total</strong>!</p>
<p>Singkat kata, semua diet konvensional untuk menurunkan berat badan itu salah dari sudut pandang hormon. Tak peduli sebagus apa pun tujuannya, semua itu tidak dapat membantu Anda menurunkan berat badan dan membuat Anda langsing untuk selamanya. Diet-diet itu tidak dapat membantu mencegah atau menyembuhkan penyakit, dan tidak dapat mendorong terciptanya kesehatan optimal.</p>
<p>Yang sebenarnya terjadi adalah bahwa semua diet konvensional mengabaikan satu fakta penting:</p>
<p><em><strong>makanan</strong> adalah <strong>obat paling kuat</strong> yang bisa Anda dapatkan. Mengetahui cara mengontrol respon hormon terhadap makanan merupakan paspor Anda untuk memasuki dan bertahan di dalam kesehatan optimal (Zone).</em></p>
<p>Bagaimana Anda memanfaatkan makanan untuk mengontrol respon hormon? Anda harus memulainya dengan menganggap <strong>makanan sebagai suatu sistem kontrol bagi hormon</strong>. Pandanglah komposisi setiap makanan sebagai kartu ATM hormonal yang akan menentukan sumber energi mana yang akan Anda gunakan  selama 4 sampai 6 jam mendatang. Pencetlah kode ATM yang tepat, maka Anda akan melangkah ke dalam lingkup sumber energi yang tak terbatas, yaitu <strong>simpanan lemak</strong> tubuh Anda sendiri.  Jika memencet kode yang salah, Anda akan terpaksa menggunakan bahan bakar dengan oktan rendah dan pasokan terbatas: <strong>simpanan karbohidrat</strong>.  (Satu orang biasanya punya sekitar 100.000 kalori yang tersimpan sebagai lemak tubuh untuk potensi energi. Itu setara dengan 1.700 potong kue serabi yang harus Anda makan!).</p>
<p>Kode ATM hormonal yang tepat – paspor rahasia Anda  untuk memasuki Zone – tersembunyi dalam poros insulin-glukagon. Insulin adalah hormon penyimpan. Tugasnya adalah membawa kelebihan glukose dari karbohidrat diet dan kelebihan asam amino dari protein diet, dan menyimpannya di dalam jaringan lemak sebagai lemak. Akan bermanfaat juga jika kita menganggap insulin sebagai <strong>hormon pengunci</strong>: ia bukan hanya menyimpan lemak  dalam jaringan lemak, melainkan juga mengunci simpanan lemak itu sehingga tidak bisa dilepaskan.</p>
<p>Jika insulin adalah hormon penyimpan dan pengunci maka <strong>glukagon</strong>, lawan biologis insulin, adalah <strong>hormon mobilisasi</strong>. Tugas utamanya adalah melepaskan simpanan karbohidrat, dal;am bentuk glukose, dari hati. Begitu dilepaskan oleh glukagon, glukose ini memasuki aliran darah dan membantu mempertahankan keseimbangan ketat gula darah  yang dibutuhkan agar otak berfungsi secara memadai.</p>
<p>Karena insulin mendorong turunnya gula darah dan glukagon memulihkan kadar gula darah maka komunikasi dan keseimbangan yang terus terjaga antara kedua hormon ini sangat penting untuk kelangsungan hidup. Ingatlah bahwa pelepasan insulin dirangsang oleh karbohidrat, terutama yang tinggi indeks glikemik-nya seperti roti dan pasta. Sebaliknya glukagon dirangsang oleh protein diet. (baik insulin maupun  glukagon dikeluarkan oleh <em>pankreas</em>).</p>
<p>Jadi, <strong>keseimbangan hormon insulin dan glukagon</strong> yang sangat penting itu bergantung pada 2 hal, yaitu:</p>
<ol>
<li>Ukuran makanan yang Anda konsumsi – kelebihan kalori merangsang sekresi insulin.</li>
<li>Rasio (perbandingan) protein dengan karbohidrat dalam setiap makanan.</li>
</ol>
<p>Apa yang terjadi jika Anda memencet kode hormonal yang salah – porsi besar roti atau pasta yang tinggi karbohidrat dan rendah protein? Biasanya jika Anda makan seporsi besar roti atau pasta pada jam 12 siang, pada jam 3 sore Anda nyaris tidak sanggup membuka mata alias mengantuk berat. Yah, respon ini begitu umum – terjadi di belahan bumi manapun. Kelebihan karbohidrat (dan kurangnya protein) dalam makanan itu telah menyebabkan produksi insulin yang berlebihan. Insulin bukan hanya menurunkan kadar gula darah – dan dengan begitu otak kehilangan satu-satunya sumber energinya – tetapi juga mencegah pemasokan kembali gula darah dari hati.</p>
<p>Ketika kadar gula darah turun, otak mulai melemah. Dalam waktu 3 hingga 4 jam setelah mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat, otak mulai terdesak kebutuhan akan energi (meskipun Anda mungkin punya energi yang setara dalam bentuk 2 atau 3 batang permen yang tersimpan di dalam hati, yang mendesak untuk keluar). Tetapi besarnya jumlah simpanan karbohirat ini tidak dapat dilepaskan ke dalam aliran darah karena makanan tinggi karbohidrat yang Anda makan mendorong kadar insulin naik dan kadar glukagon turun.</p>
<p>Karena kadar glukagon tetap rendah, Anda tak dapat memperoleh kembali pasokan gula darah dari simpanan internal kerbohidrat di dalam hati. Dalam keputusasaan, otak memerintah Anda untuk mengambil kantung keripik jagung yang kelihatannya sangat mengundang. Sementara makan keripik jagung (atau kue Oreo) memang dapat memasok secara cepat sumber karbohidrat  untuk otak, namun hal itu justru akan memulai kembali lingkaran setan meningkatnya kadar insulin dan turunnya kadar glukagon. Dengan kata lain, Anda terjebak di dalam <strong>neraka karbohidrat</strong>.</p>
<p>Neraka karbohidrat adalah sumber dari seluruh kecanduan karbohidrat Anda – termasuk keranjingan permen dan camilan (<em>snacks</em>) – dan siklus kelaparan yang terus-menerus (setiap 2 – 3 jam) yang menyertainya. Kecanduan ini secara hormonal didorong oleh makanan tinggi karbohidrat – atau, secara lebih tepat, oleh rasio makronutrien yang terlalu tinggi kandungan karbohidrat dan terlalu rendah kandungan protein.</p>
<p>Jika kecanduan karbohidrat merupakan satu-satunya akibat memencet kode hormonal yang salah, itu saja sudah lumayan buruk. Ingatlah: simpanan glikogen Anda dalam hati dan otot sudah penuh, tetapi Anda masih terus makan karbohidrat. Di mana dan bagaimana Anda akan menyimpan kelebihannya? Akhirnya, kelebihan karbohidrat itu akan diubah menjadi lemak. Untuk lemak, tubuh selalu dapat menemukan tempat penyimpanan. Jadi,  meskipun Anda hanya makan karbohidrat bebas lemak,<strong> tetap saja Anda mengonsumsi lemak</strong>!</p>
<p>( <a href="http://www.halalsehat.tk/yang-benar-tentang-gula-darah-anda/" target="_blank">Kisah selanjutnya</a> )</p>
<p><em>Tentang karbohidrat baik dan karbohidrat buruk  serta <strong>indeks glikemik karbohidrat</strong>, dapat Anda baca dalam artikel:</em></p>
<ul>
<li><a title="Makanlah Karbohidrat" href="http://pilihsehat.tk/makanlah-karbohidrat-yang-baik/" target="_self">Makanlah Karbohidrat yang Baik</a></li>
</ul>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.halalsehat.tk/eicosanoids-embahnya-hormon-manusia/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Eicosanoids, Embahnya Hormon Manusia'>Eicosanoids, Embahnya Hormon Manusia</a></li>
<li><a href='http://www.halalsehat.tk/yang-benar-tentang-kolesterol/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Yang Benar tentang Kolesterol'>Yang Benar tentang Kolesterol</a></li>
<li><a href='http://www.halalsehat.tk/makanlah-karbohidrat-yang-baik/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Makanlah Karbohidrat yang Baik'>Makanlah Karbohidrat yang Baik</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.halalsehat.tk/yang-benar-tentang-kadar-gula-darah-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>55</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MSG dalam Makanan Formula Bayi Anda</title>
		<link>http://www.halalsehat.tk/msg-dalam-makanan-formula-bayi-anda/</link>
		<comments>http://www.halalsehat.tk/msg-dalam-makanan-formula-bayi-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Mar 2010 12:20:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Toton</dc:creator>
				<category><![CDATA[M.S.G.]]></category>
		<category><![CDATA[infant foods]]></category>
		<category><![CDATA[makanan bayi]]></category>
		<category><![CDATA[monosodium glutamate]]></category>
		<category><![CDATA[MSG]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.halalsehat.tk/?p=227</guid>
		<description><![CDATA[MSG in Your Infant Formula
From time to time, we are asked whether infant formulas contain processed free glutamic acid (MSG) and processed free aspartic acid – both neurotoxins, particularly toxic to the vulnerable nervous system of the infant.
Results of analyses of five formulas purchased in Canada are shown in Table 1. Brands are listed in [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.halalsehat.tk/msg-is-really-harmful/' rel='bookmark' title='Permanent Link: MSG is Really Harmful'>MSG is Really Harmful</a></li>
<li><a href='http://www.halalsehat.tk/msg-and-migrain-in-children/' rel='bookmark' title='Permanent Link: MSG and Migrain in Children'>MSG and Migrain in Children</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3>MSG in Your Infant Formula</h3>
<p>From time to time, we are asked whether infant formulas contain processed free glutamic acid (MSG) and processed free aspartic acid – both neurotoxins, particularly toxic to the vulnerable nervous system of the infant.</p>
<p>Results of analyses of five formulas purchased in Canada are shown in Table 1. Brands are listed in alphabetical order. Ingredients of products sold in the United States and other countries may vary. The manufacturer of Enfalac sold in Canada uses the product name Enfamil in the United States.</p>
<p><span id="more-227"></span></p>
<hr /><strong>TABLE 1 </strong></p>
<table border="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td colspan="3">
<div>Test results in milligrams per                  ounce (oz.)</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td>
<div>Aspartic Acid</div>
</td>
<td>
<div>Glutamic Acid</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>Carnation Good Start</td>
<td>
<div>.028</div>
</td>
<td>
<div>.077</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>Enfalac Iron Fortified</td>
<td>
<div>.019</div>
</td>
<td>
<div>.390</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>Enfalar Nutramigen Hypoallergenic</td>
<td>
<div>5.505</div>
</td>
<td>
<div>29.671</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>Isomil Soy Formula</td>
<td>
<div>.039</div>
</td>
<td>
<div>.025</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>Similac Lactose Free</td>
<td>
<div>.006</div>
</td>
<td>
<div>.007</div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<hr />In a brochure for their Enfalac formula line, Mead Johnson Nutritionals states that infant formula requirements are as follows:</p>
<blockquote><p>1-week-old infant — 6 to 10 bottles of 2 to 4 oz. formula<br />
3-month-old infant — 4 to 5 bottles of 6 to 8 oz. formula</p></blockquote>
<p>Taking an average of the formula requirements given by Mead Johnson Nutritionals we find that the average requirements would be:</p>
<blockquote><p>1-week-old—8 bottles of 3 oz. formula = 24 oz. formula per day<br />
3-month-old—4.5 bottles of 7 oz. formula = 31.5 oz. formula per day</p></blockquote>
<p>Tables 2 and 3 show the amounts of neurotoxic glutamic acid and neurotoxic aspartic acid that would be ingested daily by an average infant on each of the analyzed formulas for ages 1 week and 3 months.</p>
<hr /><strong>TABLE 2 </strong></p>
<table border="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td colspan="4">
<div>Grams of aspartic acid and glutamic                  acid that would be<br />
ingested daily by an average 1-week-old infant</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td>
<div>Aspartic Acid</div>
</td>
<td>
<div>Glutamic Acid</div>
</td>
<td>
<div>Total</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>Carnation Good Start</td>
<td>
<div>.0007</div>
</td>
<td>
<div>.0019</div>
</td>
<td>
<div>.0026</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>Enfalac Iron Fortified</td>
<td>
<div>.0005</div>
</td>
<td>
<div>.0096</div>
</td>
<td>
<div>.0100</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>Enfalac Nutramigen Hypoallergenic</td>
<td>
<div>.1348</div>
</td>
<td>
<div>.7263</div>
</td>
<td>
<div>.8611</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>Isomil Soy Formula</td>
<td>
<div>.0010</div>
</td>
<td>
<div>.0006</div>
</td>
<td>
<div>.0016</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>Similac Lactose Free</td>
<td>
<div>.0002</div>
</td>
<td>
<div>.0002</div>
</td>
<td>
<div>.0003</div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<hr /><strong>TABLE            3 </strong></p>
<table border="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td colspan="4">
<div>Grams of aspartic acid and glutamic                  acid that would be<br />
ingested daily by an average 3 month old infant</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td>
<div>Aspartic Acid</div>
</td>
<td>
<div>Glutamic Acid</div>
</td>
<td>
<div>Total</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>Carnation Good Start</td>
<td>
<div>.0009</div>
</td>
<td>
<div>.0025</div>
</td>
<td>
<div>.0034</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>Enfalac Iron Fortified</td>
<td>
<div>.0006</div>
</td>
<td>
<div>.0125</div>
</td>
<td>
<div>.0131</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>Enfalac Nutramigen Hypoallergenic</td>
<td>
<div>.1769</div>
</td>
<td>
<div>.9533</div>
</td>
<td>
<div>1.1302</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>Isomil Soy Formula</td>
<td>
<div>.0012</div>
</td>
<td>
<div>.0008</div>
</td>
<td>
<div>.0020</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>Similac Lactose Free</td>
<td>
<div>.0002</div>
</td>
<td>
<div>.0002</div>
</td>
<td>
<div>.0004</div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<hr />
<h2>FORMULA SOLD IN THE USA</h2>
<p>In so far as we know, there has been no study of quantities of neurotoxic amino acids (glutamic acid, aspartic acid, and L-cysteine) present in infant formula sold in the USA. So we picked two cans of formula off our grocer&#8217;s shelves to illustrate the fact that formula sold in the USA has its share of MSG-containing ingredients. The ingredients are shown in Table 4. Those known to contain MSG or create MSG during processing are shown in bold. L-cysteine is noted in italics because it, like glutamic acid and aspartic acid, is a neurotoxic amino acid.</p>
<hr /><strong>TABLE 4 </strong></p>
<p>Ingredients in infant formula sold in the USA</p>
<p><strong>Nestlé Carnation Good Start (Easy to Digest Comfort proteins):</strong> Water, enzymatically hydrolyzed reduced minerals whey protein concentrate (from cows&#8217;s milk), vegetable oils (palm olein, soy, coconut, high-oleic safflower), lactose, corn maltodextrin. . .</p>
<p><strong>Enfamil Nutramigen Hypoallergenic Formula:</strong> Water, corn syrup            solids. . . casein hydrolysate, modified corn starch. . . carrageenan,            <em>L-cysteine</em>. . .</p>
<hr />
<h2>SUMMARY</h2>
<p>The Canadian Study leaves no room for doubt that ingredients that contain processed free glutamic acid (MSG) and free aspartic acid — known neurotoxins— are used in baby formula. The fact that neurotoxins are present in baby formula is of particular concern since the blood brain barrier is not fully developed in infants, allowing neurotoxins to be more accessible to the brain than is the case in healthy adults.</p>
<p>The amounts of aspartic acid and glutamic acid found in the formulas analyzed in the Canadian Study have been listed separately in the tables. However, in studies using experimental animals, neuroscientists have found that glutamic acid and aspartic acid load on the same receptors in the brain, cause identical brain lesions and neuroendocrine disorders, and act in an additive fashion.</p>
<p>You will note that the level of neurotoxins found in the hypoallergenic formula was far greater than the level of neurotoxins found in the other formulas. In reviewing the literature on hypoallergenic formulas, we have found short-term studies that concluded that hypoallergenic formulas are safe because babies tolerated them and gained weight. However, we have not seen any long-term studies on the safety of hypoallergenic formulas. We believe that well designed long term studies would demonstrate that infants raised on hypoallergenic formulas, as compared to infants who are breastfed or fed on non-hypoallergenic formulas, will exhibit more learning disabilities at school age, and/or more endocrine disorders, such as obesity and reproductive disorders, later in life. Long-term studies on the effects of hypoallergenic formulas need to be done.</p>
<p>To put these figures in perspective, consider that in an FDA-sponsored study dated July, 1992 entitled &#8220;Safety of Amino Acids Used in Dietary Supplements,&#8221; the Federation of American Societies for Experimental Biology concluded, in part, that &#8220;&#8230;it is prudent to avoid the use of dietary supplements of L-glutamic acid by pregnant women, infants, and children. . . and. . . by women of childbearing age and individuals with affective disorders.&#8221; (MSG is called glutamic acid or L-glutamic acid when used in supplements.)</p>
<p>Consider also, that a press release dated May 27, 1999, which discussed the European Commission marketing authorization for RotaShield(R) Rotavirus Vaccine (since removed from the market) stated, in part, &#8220;RotaShield(R) should not be given to infants who are hypersensitive to latex or. . . monosodium glutamate.&#8221;</p>
<p>During the 1960s, the food ingredient &#8220;monosodium glutamate&#8221; was routinely added to baby foods. The industry &#8220;voluntarily&#8221; ceased the practice after Congressional hearings in which concerned researchers warned of serious adverse effects. However, for some years following the elimination of &#8220;monosodium glutamate,&#8221; hydrolyzed proteins were used in place of &#8220;monosodium glutamate.&#8221; Hydrolyzed proteins always contain MSG.</p>
<p>Many consumers now know to avoid baby foods with hydrolyzed proteins. Yet how many parents realize that MSG lurks in every bottle of formula given to their infants? Babies on hypoallergenic formulas receive about 1 gram of total neurotoxins per day, a level at which many MSG-sensitive individuals experience adverse reactions.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.halalsehat.tk/msg-is-really-harmful/' rel='bookmark' title='Permanent Link: MSG is Really Harmful'>MSG is Really Harmful</a></li>
<li><a href='http://www.halalsehat.tk/msg-and-migrain-in-children/' rel='bookmark' title='Permanent Link: MSG and Migrain in Children'>MSG and Migrain in Children</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.halalsehat.tk/msg-dalam-makanan-formula-bayi-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>64</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yang Benar tentang Gula Darah Anda (2)</title>
		<link>http://www.halalsehat.tk/yang-benar-tentang-gula-darah-anda-2/</link>
		<comments>http://www.halalsehat.tk/yang-benar-tentang-gula-darah-anda-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Mar 2010 14:07:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Toton</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sehat Optimal]]></category>
		<category><![CDATA[eicosanoids]]></category>
		<category><![CDATA[eikosanoid]]></category>
		<category><![CDATA[glukagon]]></category>
		<category><![CDATA[gula darah]]></category>
		<category><![CDATA[insulin]]></category>
		<category><![CDATA[kadar glukose]]></category>
		<category><![CDATA[zone]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.halalsehat.tk/yang-benar-tentang-gula-darah-anda/</guid>
		<description><![CDATA[[ Artikel berikut ini adalah lanjutan (bagian ke-2) dari artikel sebelumnya ]
Gen Anda Menentukan &#8220;Bakat&#8221; Gula Darah Tinggi
Ini adalah fakta yang belum banyak diketahui orang: tidak semua orang punya respon hormonal negatif pada diet tinggi karbohidrat. Ada orang-orang yang dapat makan karbohidrat begitu banyak dan tetap tak bisa gemuk. Mengapa? Itu  bergantung pada gen [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.halalsehat.tk/eicosanoids-dan-kesehatan-optimal/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Eicosanoids dan Kesehatan Optimal'>Eicosanoids dan Kesehatan Optimal</a></li>
<li><a href='http://www.halalsehat.tk/yang-benar-tentang-kadar-gula-darah-anda/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Yang Benar tentang Kadar Gula Darah Anda'>Yang Benar tentang Kadar Gula Darah Anda</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>[ <a title="Yang Benar tentang Kadar Gula Darah" href="http://pilihsehat.tk/yang-benar-tentang-kadar-gula-darah-anda/" target="_blank"><em>Artikel berikut ini adalah lanjutan (bagian ke-2) dari artikel sebelumnya</em></a> ]</p>
<h2>Gen Anda Menentukan &#8220;Bakat&#8221; Gula Darah Tinggi</h2>
<p>Ini adalah fakta yang belum banyak diketahui orang: tidak semua orang punya respon hormonal negatif pada diet tinggi karbohidrat. Ada orang-orang yang dapat makan karbohidrat begitu banyak dan tetap tak bisa gemuk. Mengapa? Itu  bergantung pada gen Anda.</p>
<p>Penelitian yang dilakukan oleh Gerald Reaven di Stanford University (AS) pada 1987 mengungkapkan misteri genetik ini. Ternyata respon insulin genetik pada karbohidrat setiap orang berbeda-beda. Dalam sekitar 25 % populasi normal, respon insulin pada karbohidrat sangatlah tumpul. Ketika orang-orang yang beruntung ini mengonsumsi karbohidrat secara berlebihan, kadar insulin mereka tidak segera naik. Mereka dapat makan sejumlah besar karbohidrat dan tidak  menjadi lapar atau gemuk. (Orang-orang seperti ini sering berhasil menjalankan diet tinggi karbohidrat, sehingga kebiasaan diet mereka bisa dijadikan contoh untuk membuktikan keunggulan diet semacam itu. Padahal mereka cuma beruntung memenangkan nomor lotere genetik).</p>
<p><span id="more-18"></span></p>
<p>Sebaliknya, 25 % dari populasi normal lainnya mendapatkan lotere genetik yang tak menguntungkan, disebabkan mereka mempunyai respon insulin yang luar biasa tinggi terhadap karbohidrat. Seakan-akan, ibaratnya, orang-orang ini bisa bertambah gemuk hanya dengan memandang karbohidrat saja!</p>
<p>Diantara kedua ekstrim ini ada 50 % lainnya dari seluruh populasi AS. Mereka menunjukkan respon normal terhadap karbohidrat. Artinya, jika mereka makan terlalu banyak karbohidrat maka mereka akan merespon dengan peningkatan insulin &#8211; tidak terlalu sial seperti 25 % populasi yang peka karbohidrat; namun, tetap saja peningkatan kadar insulin mereka cukup berpotensi untuk menimbulkan kerugian seperti yang dikemukakan di atas. Orang-orang seperti ini akan selalu gagal menjalankan diet tinggi karbohidrat. Mereka dituduh tidak punya tekad cukup kuat karena tidak mampu mengontrol diri sendiri. Padahal sebenarnya mereka hanya terlahir dengan gen yang tidak menguntungkan.</p>
<p>Data di atas adalah hasil riset di AS. Namun menilik ciri-ciri keragaman etnis dan gaya hidupnya yang tidak jauh berbeda dengan negara-negara industri lainnya, termasuk Indonesia, maka bolehlah kiranya angka-angka statistik di atas diadopsi untuk Indonesia (bukankah orang-orang kita kini juga suka mengikuti gaya hidup mereka?).    Ini berarti bahwa sekitar seperempat populasi Amerika maupun Indonesia yang menjalankan diet tinggi karbohidrat akan berhasil karena mereka dikaruniani nasib baik genetik. Orang-orang ini dapat melahap karbohidrat sebanyak apapun dan tidak pernah menjadi gemuk karena kadar insulin mereka selalu rendah.</p>
<p>Tetapi bagaimana dengan yang 75 % lainnya? Mereka akan mengalami kenaikan kadar insulin kalau menjalankan diet tinggi karbohidrat semacam itu. Jadi, seperti yang telah saya katakan, jika Anda gagal dengan diet tinggi karbohidrat, bukan Anda yang salah, melainkan gen Anda. Yah, Anda tidak bisa mengubah gen Anda, tetapi tentu daja Anda dapat mengubah diet Anda.</p>
<p>Dari pembahasan sejauh ini, intinya: Konsumsilah sedikit makanan dengan rasio tepat antara protein dan karbohidrat. Jika Anda menghendaki hidup dalam kondisi <strong>kesehatan optimal</strong> (masuk ke dalam Zone) maka terapkanlah rasio ini:</p>
<ul>
<li>Karbohidrat     40 %</li>
<li>Protein               30 %</li>
<li>Lemak                30 %</li>
</ul>
<p>Dan jauhilah, sejauh-jauhnya,  <span style="text-decoration: underline;">rasio diet konvensional</span> berikut ini:</p>
<p>Karbohidrat = 70 % ;  Protein = 15 % ;   Lemak = 15 %</p>
<p>Jika Anda bisa mengingat aturan pokok itu, Anda akan menempatkan diri Anda di depan gerbang untuk memasuki Zone: kesehatan optimal.</p>
<p>Dalam artikel ini, saya telah banyak membicarakan poros insulin-glukagon. Padahal poros ini hanya salah satu dari ratusan sistem hormonal di dalam tubuh. Itu istimewa karena Anda bisa mengontrol glukose, sumber vital bahan bakar untuk otak. Tetapi mungkin yang lebih penting adalah pengaruhnya pada produksi kelompok super-hormon vital yang dinamakan eikosanoid (<strong><em>eicosanoids</em></strong>).</p>
<p>Jika insulin dan glukagon adalh gerbang yang akan membawa Anda memasuki Zone: <strong>kesehatan optimal</strong>, yang menjadi dambaan manusia untuk menikmati senikmat-nikmatnya hidup yang indah ini. Yah, eikosanoid adalah Zone itu sendiri.</p>
<p>Informasi lebih mendalam tentang kesehatan optimal dan eicosanoids dapat Anda baca di:</p>
<ul>
<li><a title="The Role of Eicosanoids" href="http://blogofhealth.co.cc/holistic-health/the-role-of-eicosanoids-for-your-health/" target="_blank">The Role of  Eicosanoids for Your Health</a></li>
</ul>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.halalsehat.tk/eicosanoids-dan-kesehatan-optimal/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Eicosanoids dan Kesehatan Optimal'>Eicosanoids dan Kesehatan Optimal</a></li>
<li><a href='http://www.halalsehat.tk/yang-benar-tentang-kadar-gula-darah-anda/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Yang Benar tentang Kadar Gula Darah Anda'>Yang Benar tentang Kadar Gula Darah Anda</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.halalsehat.tk/yang-benar-tentang-gula-darah-anda-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>57</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

